Shawn Mendes, Review Musik: Senorita

Shawn Mendes

Pada tahun 2019, ada banyak lagu dari band international ataupun penyanyi solo barat yang viral di Indonesia. Salah satu yang paling populer tentunya lagu Senorita yang dinyanyikan oleh Shawn Mendes dan Camilia Cabello. Bahkan, banyak pengamat musik menyebut kalau lagu ini adalah hits tersukses di tahun 2019.

Hal tersebut dibuktikan dengan video musiknya di platform Youtube yang mencapai 1 milyar viewers lebih setahun sejak perilisannya. Sebenarnya faktor apa saja yang membuat lagu Senorita bisa menjadi sangat populer di seluruh dunia? Berikut beberapa cerita unik di baliknya. Check this out!

Cerita Unik Lagu Senorita

1.     Awal Karir Shawn Mendes

Nama lengkapnya adalah Shawn Peter Raul Mendes. Penyanyi berbakat asal Toronto, Kanada ini lahir pada 8 Agustus 1998. Dia memulai karir saat era dunia digital sudah berkembang pesat. Maka dari itu, Shawn mulai dikenal orang saat rajin meng-upload video cover musik di aplikasi Vine pada tahun 2013.

Video tersebut tenyata mendapatkan respon positif dari publik. Setahun setelahnya, Shawn dikontrak perusahaan rekaman berkat campur tangan manajer Andrew Gertler dan Ziggy Chareton. Mulai dari sinilah nama Shawn Mendes semakin dikenal secara global.

2.     Menemukan Rekan Duet Serasi

Bisa dibilang puncak karir Shawn Mendes ialah ketika ia membawakan lagu Senorita bersama rekan duetnya, Karla Camilia Cabello Estrabao. Wanita cantik ini lahir di Kuba pada tanggal 3 Maret 1997. Kisahnya memulai karir berbeda dengan Shawn karena Camilia merupakan produk ajang pencarian bakat.

Awalnya ia bukan penyanyi solo, melainkan tergabung bersama empat rekannya dalam sebuah grup yang dikenal dengan Fifth Harmony. Grup musik ini ada sejak tahun 2012. Baru di tahun 2016, Camilia memberanikan diri untuk mengambil jalan solo dan memutuskan hengkang dari grup musik yang sudah membuatnya terkenal.

Setelah itu, Camilia banyak terlibat project duet dengan penyanyi lain. Contohnya seperti lagu I Know What You Did Last Summer bersama Shawn Mendes serta lagu Bad Things yang ia bawakan bersama Machine Gun Kelly. Karya tersebut bisa dibilang cukup sukses karena berhasil menembus top chart Billboard di Amerika Serikat.

3.     Kesuksesan Lagu Senorita

Tahun 2019, Shawn dan Camilia merilis single Senorita. Nama keduanya yang sedang naik daun di skena musik Amerika membuat lagu tersebut meroket cepat. Apalagi ditambah dengan musiknya yang ear catching dan aransemen unik, membuat banyak pecinta musik langsung jatuh cinta saat pertama kali mendengarkan.

Senorita sukses menempati urutan pertama Billboard Hot 100 Amerika dan merajai tangga lagu di lebih dari 50 negara. Video musiknya di Youtube juga dikemas dengan visual yang menarik dimana memperlihatkan kemesraan antara Camilia yang berperan sebagai pelayan restoran dan Shawn sebagai pelanggan setianya.

4.     Makna Lirik

Senorita ditulis oleh Shawn dan Camilia bersama 3 orang lainnya. Tema yang diusung adalah kemesraan antara dua pasangan. Banyak pihak menyebut lagu Senorita punya sisi sensualitas tinggi. Keromantisan dua sejoli ini diceritakan secara gamblang pada lirik “Sapphire moonlight, we danced for hours in the sand”.

Walaupun saling menyayangi, ternyata ada perbedaan pandangan diantara keduanya. Si pria tidak ingin ada komitmen sedangkan sosok wanita menginginkan hubungan ke tahap yang lebih serius. Mereka sebenarnya tahu tentang masalah ini tetapi sama-sama takut kehilangan karena rasa sayang yang begitu besar satu sama lain.

Itulah cerita unik dibalik lagu Senorita yang sangat viral di tahun 2019. Semoga bermanfaat ya, guys!

Inilah Review Trailer Film The Batman

batman

Tanggl 23 Agustus 2020, Warner Bros Picture resmi merilis trailer sekuel fim superhero terbaru mereka yaitu The Batman. Cuplikan berdurasi 2 menit 23 detik tersebut bisa Anda lihat di Youtube dimana memperlihatkan Robert Pattinson sebagai sosok Batman, menggantikan Christian Bale di sekuel-sekuel sebelumnya.

Trailer tersebut dikemas dengan nuansa cukup suram dan memberikan pandangan karakter Bruce Wayne yang berbeda. Jika sebelumnya kita mengenal Bruce Wayne sebagai sosok yang kharismatik dan oportunis, Robert Pattinson lebih menghadirkan Batman dengan karakter gelap dan misterius.

Trailer Film The Batman (2021)

1.     Sinopsis Film

Sebenarnya para pecinta film Batman masih berspekulasi dengan konsep dan alur cerita sekuel terbaru ini. Tetapi salah satu penulis naskahnya, yaitu Mattson Tomlin sedikit memberikan bocoran tentang tema besar yang diusung The Batman. Ia mengatakan bahwa film yang baru diliris tahun 2021 ini akan “mengekplorasi trauma”.

Sang sutradara, Mat Reeves juga dikenal sering menggrap film dari sudut pandang emosi yang berbeda dan tidak mudah ditebak. Hal inilah yang membuat para fans berspekulasi bahwa sosok Bruce dan nuansa Gotham akan hadir dengan warna baru.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa film The Batman akan mengadopsi komik The Long Haloween. Namun sampai saat ini belum ada detail konkret selain informasi tentang pemeran utama, sutradara, dan juga cuplikan trailernya.

Mengacu pada trailer The Batman, diisyaratkan Bruce Wayne akan memburu seorang pembunuh bayangan. Di dalamnya juga terlihat sosok Catwoman, Carmine Falcon, Riddler, serta Komisaris Gordon.

Sang sutradara mengatakan bahwa para penjahat akan berkoalisi dan segera melancarkan aksinya. Jadi bisa disimpulkan bahwa penonton akan langsung melihat sosok Catwoman, Penguin, dan Riddler sejak scene awal.

Namun adanya pandemi ternyata juga berefek langsung kepada produksi film The Batman. Sejak tanggal 26 Maret 2020, aktivitas syuting dihentikan sementara. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Reeves dan mengatakan akan melanjutkan produksi kembali setelah semuanya aman.

2.     Daftar Pemain

Selain Robert Pattinson, ada beberapa bintang laga lain yang sudah terkonfirmasi akan turut andil dalam film. Collin Farrel akan bermain sebagai Penguin alias Oswald Cobblepot yaitu musuh utama Batman. Kemudian aktor John Turturro dipilih bermain sebagai bos mafia Ghotam, Carmine Falcone.

Sosok Catwoman akan diperankan oleh Zoe Kravitz. Sedangkan Riddler dipercayakan kepada aktor Paul Dano. Warner Bros juga menyatakan bahwa Peter Sarsgaard akan turut hadir dalam The Batman dengan karakter Gil Colson. Kemudian Jayme Lawson tampil sebagai Walikota Gotham dalam film ini.

3.     Jadwal Rilis

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, produksi film ini terhenti sejak tanggal 26 Maret 2020 akibat pandemi COVID-19. Di awal, sekuel direncanakan akan tayang pada 25 Juni 2021.

Tetapi karena adanya kendala tersebut, maka tanggal rilis tersebut dibatalkan dan menurut Variety film akan debut pada 1 Oktober 2021. Tentunya banyak fans sudah tidak sabar melihat bagaimana aktor Robert Pattinson beraksi menumpas kejahatan memakai Batsuit dan mengendarai Batmobile.

Itulah review trailer film dan informasi mengenai daftar pemain serta tanggal rilisnya. Mengingat industri film di tahun 2020 yang sedang lesu efek dari pandemi berkepanjangan, tentunya layak masuk ke dalam wishlist. Kita nantikan bersama bagaimana kualitas akting Robert Pattinson di film ini.

Review Film The Call (2020)

the call

Di akhir November 2020, Netflix kembali menghadirkan film terbaru yang bisa dijadikan refrensi tontonan sekaligus mengisi waktu luang berjudul The Call. Film ini awalnya direncanakan tayang di bioskop, tetapi karena pandemi yang tak kunjung usai akhirnya dirilis dalam format streaming.

The Call dibintangi oleh Park Shin-hye sebagai Seo-yeon dan Jeon Jong-seo sebagai Young-sook. Scene awal dimulai dengan Seo-yeon yang tiba-tiba menerima panggilan telepon dari sosok misterius. Penelpon tersebut ternyata adalah Seo-yeon, orang yang tinggal di rumah Seo-yeon 20 tahun yang lalu.

Panggilan telepon tersebut adalah awal dari adegan menegangkan lain dan pada akhirnya mengubah kehidupan Seo-yeon untuk selamanya. Ingin tahu lebih jauh tentang plot cerita dan review film The Call? Langsung saja ikuti pembahasannya di bawah ini.

Review Film The Call

1.     Konsep dan Alur Cerita

Awal cerita dimulai dengan Seo-yeon yang baru pindah ke sebuah rumah pada tahun 2019. Dia kemudian mendapatkan panggilan misterius dan setelah membaca buku harian yang tertinggal di rumah tersebut, Seo-yeon mengetahui bahwa si penelpon adalah Young-sook yang sudah lebih dulu tinggal di rumah itu 20 tahun yang lalu.

Perbincangan kedua wanita tersebut terjadi lintas waktu. Kemudian diceritakan bahwa Seo-yeon mengetahui apapun yang dilakukan oleh Young-sook akan berefek pada kehidupannya di masa depan.

Seo-yon pun memperingatkan kepada lawan bicaranya itu tentang sebuah tragedi buruk, yaitu dia akan tewas dibunuh dalam waktu dekat. Mengetahui hal tersebut, Young-sook pun melakukan segala cara untuk menghindarinya dan pdaa akhirnya bisa selamat.

Setelah scene ini berlalu, tiba-tiba Young-sook berubah menjadi sosok yang berbeda. Ia mulai agresif dan sedikit mengancam saat menelpon. Seo-yon kemudian baru tahu kalau ternyata Young-sook adalah seorang pembunuh berantai dengan sifat psikopat.

Hal ini membuat kelangsungan hidup Seo-yon terancam karena Young-sook di masa lalu bisa dengan mudah melakukan hal buruk yang untuk mengubah hidupnya. Film ini sangat cocok buat Anda yang suka dengan adegan teror menegangkan dan memicu adrenalin.

2.     Kualitas Akting

Selain alur cerita, poin plus film ini adalah kualitas akting dari 2 bintang utamanya. Walaupun sepanjang film komunikasi keduanya hanya diakukan via telepon, tetapi mereka mampu menampilkan gesture dan mimik yang ekspresif serta bisa tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Jeon Jong-seo sukses tampil sebagai antagonis mengerikan dengan karakter psikopat yang membuat penonton senam jantung.  Menariknya lagi, The Call barulah film kedua yang dibintangi oleh Jeon Jong-seo sepanjang karirnya. Hal tersebut membuktikan bahwa aktris cantik yang satu ini punya bakat dan kualitas akting yang mumpuni.

Sedangkan Shin-hye juga menampilkan kualitas peran yang tidak kalah mengagumkan. Dia menyajikan mimik muka dan ekspresi ketakutan yang sempurna walaupun hanya diteror lewat panggilan telepon. Keduanya layak mendapat apresiasi tinggi karena berhasil membawa The Call menjadi film thriller yang cukup sukses.

3.     Kesimpulan

Mungin satu hal yag sedikit mengganjal adalah ending film The Call dianggap multitafsir. Tidak dijelaskan secara tersirat siapa yang akhirnya “menang”. Namun justru disinilah letak poin menariknya karena penonton dibebaskan untuk menentukan konklusi film ini sesuai interpretasi masing-masing.

Itulah review film terbaru The Call. Dengan scoring dan sinematografi yang dibuat apik sehingga penonton seakan diajak untuk merasakan teror sepanjang durasi, menjadikan film ini sangat layak dimasukkan dalam list tontonan Anda berikutnya. Selamat menonton, fellas!

Review Film The Invisible Man, Teror Mencekam

the invicible man

Review film kali ini membahas salah satu genre horor yang cukup menyita perhatian di tahun 2020, yaitu The Invisible Man. Film ini menyuguhkan aksi teror dari makhluk misterius tak kasat mata dengan total durasi 2 jam 5 menit yang sukses membuat penonton sport jantung tanpa henti.

Film ini disutradarai oleh Leigh Whannell yang juga menggarap film horor sensasional lain, yaitu Insidious. Aktor utama dibintangi oleh Elisabeth Moss yang berperan sebagai Cecilia dan Oliver Jackson Cohen sebagai Adrian Griffin.

Ingin tahu bagaimana review film The Invisible Man dan juga alur ceritanya? Langsung saja ikuti pembahasannya berikut ini.

Film The Invisible Man

1.     Alur Cerita The Invisible Man

Film ini dimulai dengan narasi kisah Cecilia yang terjebak hubungan tidak harmonis dengan seorang ilmuwan kaya, yaitu Adrian Griffin. Sosok Adrian ditampilan sebagai pribadi yang posesif, terlalu mengekang, serta mengatur apapun yang dilakukan oleh Cecilia.

Karena merasa tidak betah, Cecilia memutuskan untuk kabur dari rumah dengan bantuan saudara perempuannya bernama Emily (Harriet Dyer). Niat tersebut berhasil dimana kemudian Cecilia menumpang tinggal di rumah teman lamanya bernama James (Aldis Hodge).

Saat sudah merasa aman dan nyaman hidup jauh dari pasangannya, suatu hari Cecilia mendengar kabar bahwa Adrian Griffin tiba-tiba meninggal karena bunuh diri. Dan ternyata pasangannya tersebut mewariskan kekayaan dalam jumlah besar kepada Cecilia.

Berita ini tadinya membuat Cecilia lega, tetapi lama kelamaan ada sesuatu yang membuatnya tidak tenang. Sejak saat itu, mulai banyak kejadian aneh yang mengganggunya. Dia menjadi stress dan depresi. Cecilia yakin bahwa arwah Adrian lah yang selama ini memburunya karena masalah yang belum beres.

Ketika Cecilia ingin membuktikan kepada orng-orang bahwa dirinya sedang dihantui oleh mantan pasangannya tersebut, dia justru dianggap gila. Yang terjadi selanjutnya adalah adegan penuh teror yang mencekam dan membuat siapapun yang menontonnya harus siap dengan banyak scene mengagetkan.

2.     Review Film The Invisible Man

Film ini sukses menghadirkan teror dengan intensitas tinggi. Namun The Invisible Man tidak seperti film horor klasik kebanyakan dimana penuh dengan jump scare yang membuat penonton terperanjat. Anda akan dibawa hanyut merasakan kegelisahan yang dialami oleh Cecilia.

Bahkan mulai dari adegan awal dimana Cecilia mencoba kabur dari rumah, penonton sudah diajak merasa deg-degan dan khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya. Kekuatan utama film ini adalah alur cerita horor psikologis yang tidak mudah ditebak serta kegilaan sosok Adrian sebagai antagonis.

Elisabeth Moss juga mampu menyuguhkan akting yang brilian sepanjang film. Ekspresi gelisah, takut, dan hancurnya kehidupan Cecilia bisa ditampilkan dengan apik oleh aktris peraih Emmy dan Golden Globes Award ini.

3.     Kesimpulan The Invisible Man

Kalau Anda mencari tontonan horor dengan teror mengerikan, maka The Invisible Man cocok dijadikan pilihan. Sepanjang film, penonton seakan diajak untuk merasakan perasaan dari Cecilia sehingga apapun yang dilakukannya membuat jantung berdegup kencang.

The Invisible Man sukses mendapatkan rating 7.1 di situs IMDB yang membuatnya layak ditonton di akhir pekan. Saran kami, sebaiknya jangan menonton sendirian. Ajaklah teman atau pasangan Anda agar bisa ikut merasakan ketakutan dan teror bahkan sampai setelah selesai menonton.

Itulah review film terbaru The Invisible Man. Visual film ini ditampilkan sangat ciamik sehingga menambah nuansa horor dan ketakutan. Kalau kalian penasaran bagaimana nasib Cecilia di akhir film, segera saja tonton The Invisible Man sekarang juga!

Review Fim Bad Boys for Life: Aksi Duo Ikonik yang Cukup Menghibur

bad boys

Berbicara tentang film action dengan suguhan unsur komedi yang kental, maka film Bad Boys adalah salah satu yang paling mencuri perhatian. Sekuel pertama dirilis tahun 1995 kemudian dilanjutkan sekuel Bad Boys II di tahun 2003. Setelah sekian lama absen, di tahun 2020, sekuel ini kembali hadir dalam trilogi berjudul Bad Boys for Life.

Aktor utama masih dibintangi oleh Will Smith sebagai Mike Lowrey ditemani oleh Martin Lawrance sebagai Marcus Brunett dimana keduanya masih berperan sebagai duo detektif. Sejak awal kemunculannya, film ini sukses menjadi pelopor jalan cerita buddy cop apalagi ditunjang dengan akting brilian dari dua bintang utamanya.

Anda tidak hanya disuguhi dengan adegan action yang menegangkan tetapi juga puas dengan sisipan komedi di sepanjang film. Lalu bagaimana dengan Bad Boys for Life? Apakah jalan ceritanya masih relate dengan sekuel awal? Jawabannya ada dalam poin-poin di bawah ini.

Review Bad Boys for Life

1.     Sentuhan Sutradara Baru

Jika edisi awal film ini digawangi oleh sutradara Michael Bay, Bad Boys for Life digarap oleh sutradara lain, yaitu duo Adil El Arbi dan Bilall Fallah dari Belgia. Walaupun begitu, unsur komedi masih menjadi kekuatan utama film ini.

Selain itu, hadir juga aktor-aktor baru yang sudah berpengalaman di perfilman Holywood seperti Vanessa Hudgens, Alexander Ludwig, dan Joe Pantoliano sehingga membuatnya jalan cerita Bad Boys for Life menjadi lebih menarik dan bervariasi.

2.     Jalan Cerita Film

Film ini dimulai dengan perbedaan cara pandang dari Mike dan Marcus mengingat usianya yang semakin tua. Mike masih memegang prinsip hidupnya, yaitu membasmi kejahatan dengan cara bergabung di kepolisian. Sedangkan Marcus justru sudah tidak tertarik dengan dunia kriminalitas dan ingin pensiun dari kepolisian.

Untuk menyelesaikan perbedaan keinginan tersebut, jalan penyelesaiannya adalah dengan perlombaan. Kapten Howard yang diperankan oleh Joe Pantoliano berperan sebagai juri. Jika nantinya Mike menang, maka Marcus tidak boleh pensiun dari kepolisian dan juga berlaku sebaliknya.

Namun di tengah jalannya perlombaan, Mike diserang oleh orang tidak dikenal dan membuatnya terluka. Setelah itu, Mike diberi tugas untuk menyelidiki kasus tersebut bersama tim yang berisi sekelompok polisi muda dengan sebutan AMMO. Marcus pun bergabung dan menyebut bahwa misi tersebut merupakan aksi terakhir kalinya.

Scene selanjutnya dipenuhi dengan adegan pengejaran dan penyergapan yang cukup menegangkan untuk menangkap target pelaku. Aksi dari duo detektif jenaka tersebut cukup mengobat kerinduan pecinta film Bad Boys yang sudah menunggu 17 tahun untuk menikmati tingkah kocak mereka kembali.

3.     Kesimpulan

Sekuel film Bad Boys for Life tentunya layak dijadikan pilihan sebagai hiburan akhir pekan. Anda juga akan dimanjakan dengan sentuhan kekinian dan penggunaan teknologi canggih ketika Mike dan Marcus sedang menjalankan misi.

Film ini mendapatkan rating 6,6 di situs IMDB dan rating 77% d situs Rotten Tomatoes. Walaupun tidak terlalu tinggi, jalan cerita yang sulit ditebak dengan tambahan plot twist membuat Bad Boys for Life tetap cocok ditonton bersama keluarga dan pasangan.

Itulah review dari film duo buddy cop terbaru yaitu Bad Boys for Life. Tentunya kualitas akting dari Will Smith dan Martin Lawrence tidak perlu diragukan lagi. Visual dan sound film juga tidak terlalu buruk walaupun masih ada beberapa kekurangan yang cukup mencolok. Selamat menonton, guys!