Narasi Dibalik Lagu Wonderwall, Oasis

oasis

Perkembangan musik Inggris di awal tahun 90-an tidak bisa dilepaskan dari peran Oasis. Band international asal Manchester ini adalah pencetus era britpop yang gaungnya bahkan sampai ke Amerika Serikat. Oasis juga dikenal lewat berbagai karya keren dan punya nuansa tersendiri sehingga berhasil mencuri perhatian di kalangan penikmat musik.

Jika berbicara tentang hits Oasis, maka deretan lagu seperti Don’t Look Back in Anger, Stand by Me, Champagne Supernova, dan Wonderwall bisa dibilang merupakan soundtrack wajib dengar bagi para fans-nya. Diantara hits tersebut, judul terakhir cukup menarik untuk dibahas lebih jauh.

Ada banyak narasi dan anekdot dibalik lagi yang mungkin belum banyak diketahui orang. Apa saja contohnya? Langsung saja ikuti pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini.

Narasi Lagu Wonderwall

1.     Hasil Imajinasi Noel

Banyak orang yang menyebut kalau lagu Wonderwall sangat interpretatif. Artinya, tiap-tiap orang bisa memaknainya dengan interpretasi yang berbeda-beda. Tapi secara garis besar, sebenarnya mengusung tema musik sendu dan didukung dengan lirik yang tidak kalah galau.

Para fans Oasis pada awalnya menduga kalau Wonderwall adalah bentuk curahan hati Noel Galagher untuk sang istri, Meg Matthews. Namun dugaan tersebut ternyata tidak tepat. Dikonfirmasi oleh Noel sendiri, ia mengatakan bahwa adalah hasil imajinasi abstraknya saja dan tidak ditujukan kepada sosok tertentu.

Pada suatu kesempatan, Noel menjelaskan makna dari lagu Wonderwall yaitu tentang seseorang yang menyelematkan temannya dari dirinya sendiri. Sedikit membingungkan memang. Gampangnya, teman tersebut ingin membantu temannya bangkit melewati rasa depresi dan keterpurukan akibat tekanan hidup.

2.     Tidak Direspon Positif oleh Personel Lain

Walaupun mencapai kesuksesan yang luar biasa, tenyata tidak terlalu direspon positif oleh personel Oasis lain saat didengarkan pertama kali. Salah satu sosok yang merasa kurang cocok adalah adik dari Noel, yaitu Liam Galagher. Ia mengatakan bahwa lagu ciptaan Noel tersebut tidak membuatnya terkesan.

Ketika Oasis sedang berlatih pun Liam beberapa kali memprotes aransemen lagu Wonderwall. Dia merasa kurang sreg dengan sound bass-nya dan dinilai tidak sesuai dengan musik Oasis. Namun pada akhirnya tetap dirilis dan sukses menjadi salah satu hits terbaik mereka sepanjang masa.

3.     Makna Wonderwall Menurut Liam

Seperti yang kita tahu, Wonderwall merupakan masterpiece ciptaan Noel. Tetapi saat di atas panggung, justru sosok Liam Galagher lah yang berperan penting. Ia adalah vokalis yang sukses membuat para pendengar ikut merasakan getirnya tiap liriknya.

Liam juga punya interpretasi sendiri tentang lagu ini. Menurutnya, Wonderwall adalah suatu hal yang indah dan bisa dimaknai apa saja. ia artikan sebagai sebuah tembok besar. Ketika kita berusaha dan berjuang maksimal, sebesar apapun tembok penghalang pasti bisa terlewati dan kebahagian sudah menunggu dibaliknya.

4.     Langsung Sukses Ketika Debut

Tidak ada yang membayangkan bahwa lagu Wonderwall akan sepopuler ini. Bahkan saat pertama kali dirilis langsung sukses menyita perhatian jutaan orang. Album Oasis dimana terdapat single Wonderwall di dalamnya terjual lebih dari 1 juta kopi dan menempati posisi runner up UK Top Chart.

Itulah sepenggal narasi dibalik lagu megahits Oasis, Wonderwall. Sampai sekarang lagu ini masih sering diputar bahkan oleh anak-anak milenials karena memang liriknya yang dalam dan aransemen hebat dari Galagher bersaudara.

Oasis, Band Britpop Pendobrak Dominasi Musik Grunge

oasis

Oasis – Pada sekitaran tahun 1990-an awal, dunia musik sedang dihebohkan dengan tren grunge. Salah satu pelopornya adalah band international asal Amerika, Nirvana yang sukses berkat single andalannya Smells Like Teen Spirit. Saat itu, anak-anak muda merasa terwakili dengan tema dan aliran musik yang dibawakan oleh band rock seperti Nirvana.

Hal ini jugalah yang membuat tren grunge semakin populer. Tema musik yang keras, memberontak, dan muak dengan keadaan ternyata mudah diterima para penikmat musik, khususnya anak muda. Hadirnya tren tersebut kemudian mendorong band-band asal Inggris untuk membuat tandingan.

Musik pop alternatif yang nyaman di telinga menjadi narasi untuk melawan grunge. Sejak saat itu, munculah berbagai band international besar Inggris seperti Blur, Suede, dan tentu saja Oasis. Tren musik grunge menjadi semakin terdesak dan diperparah dengan kematian Kurt Cobain di tahun 1994.

Semakin populernya Oasis dan Blur menandai era kejayaan musik alternatif. Musik mereka dengan cepat diterima secara global. Maka dari itu, tidak heran jika kemudian Oasis disebut sebagai pioner band britpop dan menyandang status legenda. Lalu bagaimana kisah perjalan karir Oasis? Agar tidak semakin penasaran, simak pembahasannya di bawah ini.

Perjalanan Karir Oasis

1.     Proses Berdiri

Oasis berdiri pada tahun 1991 di kota Manchester. Di awal kemunculannya, nama yang digunakan adaah The Rain. Band ini kemudian berevolusi menjadi Oasis dengan personel awal Paul MaCuigan pada bass, Paul Arthurs sebagai gitaris, Tony McCarrol sebagai drummer, dan Chris Hutton pada vokal.

Namun The Rain tidak berjalan harmonis. Para personelnya merasa kurang cocok dengan sang vokalis. Arthurs kemudian mengajak temannya yaitu Liam Galagher sebagai vokalis baru. Tidak lama setelah itu, bergabung juga kakak Liam, Noel Galagher sebagai vokal gitar.

Ketika baru bergabung, Liam memberikan saran untuk mengganti nama The Rain menjadi Oasis. Nama tersebut terinspirasi dari sebuah poster dinding yang ada di kamarnya. Poster tersebut memuat promo band international Inspiral Carpets yang akan tampil di venue Oasis Leisure Centre.

2.     Perjalanan Karir

Album pertama yang dirilis adalah Definitely Maybe di tahun 1994. Sebelum itu, mereka terlebih dahulu bekerjasama dengan label indie Creation Records. Setahun setelah dirilisnya album pertama, meluncurkan album kedua dengan judul (What’s the Story?) Morning Glory? dengan personel baru yaitu drummer Alan white.

Di album kedua inilah terdapat beberapa mega hits, seperti Wonderwall, Don’t Look Back in Anger, dan Champagne Supernova. Album (What’s the Story?) Morning Glory? juga menandai puncak karir Oasis dan semakin berkembangnya skena britpop, tidak hanya di Inggris tetapi sampai ke seluruh dunia.

Di tahun 1997, album ketiga yaitu Be Here Now resmi dikeluarkan. Namun berbeda dari 2 album sebelumnya yang sukses meraih predikat sebagai album dengan penjualan tercepat dalam sejarah Inggris, Be Here Now tidak memperoleh popularitas serupa.

3.     Kesuksesan Oasis

Sebagai sebuah band international legendaris, berhasil memenangkan ratusan penghargaan. Prestasi pertama yaitu memuncaki top chart lagu Inggris lewat single yang berbeda-beda. Kemudian juga meraih 15 penghargaan NME Awards, 9 Q Awards, dan 4 MTV Europe Music Awards.

Bahkan juga sempat masuk nominasi Grammy Awards dan resmi tercatat di Guinness Book of Record di tahun 2010 sebagai “Longest Top 10 Chart Run by a Group” karena sukses menempatkan 22 hits-nya di 10 besar top chart lagu Inggris.