The Beatles Hal Mengejutkan Dibalik Bubarnya

beatles

Walaupun sering dianggap sebagai band international terbaik sepanjang masa, ternyata ada banyak friksi dan konflik internal dalam The Beatles. Hal ini jugalah yang membuat The Beatles tidak bertahan lama seperti band lain. Untuk ukuran sebuah band, Beatles tergolong punya masa edar yang sangat singkat yaitu sekitar 10 tahun saja.

Tentu ada banyak faktor pemicu hingga akhirnya bubarnya band international legendaris ini tidak dapat dihindari. Salah satu faktor utamanya adalah perselisihan antar anggota, khususnya dari dua pentolan Beatles yaitu John Lennon dan Paul McCartney. Lalu bagaimana awal konflik tersebut bisa terjadi?

Kisah ini mungkin tidak banyak diketahui remaja jaman sekarang. Maka dari itu, sebaiknya ikuti dulu kisahnya berikut ini.

Kisah Bubarnya The Beatles

1.     Kematian Brian Eipstein

Tanggal 10 April 1970 adalah hari menyedihkan bagi para fans. Di hari inilah resmi membubarkan diri dan membuat fans dari seluruh dunia patah hati. Hal tersebut membuat banyak orang berspekulasi, apa yang sebenarnya terjadi di internal band legendaris ini.

Sebenarnya ada banyak faktor pemicunya. Namun perseteruan berkepanjangan antara John dan Paul disinyalir sebagai faktor utama. Adanya dua matahari kembar tersebut menyebabkan mereka berebut ingin menjadi pemimpin band selepas kematian sang manajer, Brian Epstein.

Sosok ini padahal punya peran sangat penting bagi. Selain sebagai orang yang merintis awal kepopuleran Beatles dengan cara mempromosikan ke berbagai label musik, dia juga pintar meredam konflik yang terjadi antar personel. Pengaruhnya yang besar membuat ia mampu meredam ego dari tiap-tiap personel.

Ditambah lagi, Brian juga cerdas dalam mengatur keuangan sehingga Beatles bisa cepat meraih popularitas bahkan sampai ke Amerika yang kemudian dikenal dengan istilah British Invasion. Dan setelah kepergiannya, banyak perubahan yang terjadi dan membuat perpecahan tidak bisa dihindari.

Salah satu sosok yang paling terpukul adalah John Lennon. Dia memiliki hubungan sangat dekat dengan sang manajer. Hari-hari setelahnya terasa kosong tanpa kehadiran Brian. Hal ini membuat Beatles mulai goyah dan tidak sesolid sebelumnya.

Menyadari hal tersebut, Paul kemudian mengambil inisiatif. Ia mengambil alih peran pemimpin band dan mencoba menggairahkan Beatles kembali. Contoh proyek gagasannya adalah film Magical Mystery Tour dan lagu hits Let it Be. Tapi lama kelamaaan Paul dirasa terlalu mendominasi dan sering mengambil keputusan sepihak.

2.     Konflik John dan Paul

Pengaruh Paul yang terlalu besar ternyata tidak disukai oleh George, Ringo, apalagi John. Mulai muncul rasa benci antar personel, terutama John dan Paul. Hal tersebut membuat John melakukan hal nekat yaitu mengajak Yoko Ono saat proses rekaman.

Padahal itu adalah larangan yang sudah ditetapkan sejak awal bahwa tidak boleh membawa pasangan ketika proses produksi musik. Ketidakharmonisan pun semakin nampak. Berbagai konfik setelahnya juga tambah memperparah suasana, contohnya seperti George yang mulai berperan menulis lagu dan selera musik yang berbeda.

3.     Kehadiran Yoko Ono

Banyak fans yang menganggap kehadiran Yoko Ono juga berpengaruh besar terhadap kehancuran The Beatles. Yoko dituduh mengendalikan John dan terlalu ikut campur dengan urusan band sehingga membuat personel lain merasa tidak nyaman. Kejadian tersebut sering terjadi saat John mengajak Yoko ke proses rekaman.

Akibat konflik yang tak kunjung usai, The Beatles memutuskan bubar di tahun 1970. Walaupun sudah tidak bersama, namun ternyata perseteruan antara John dan Paul masih terjadi. Salah satu faktor pemicunya adalah Paul dinilai mendahului pesonel lain ketika menyatakan The Beatles bubar.

Kisah Asli Lagu Legendaris Bohemian Rhapsody

bohemian rhapsody

Lagu Bohemian Rhapsody kembali ramai diperbincangkan setelah perilisan film dengan judul yang sama pada tahun 2018. Padahal lagu ini sudah dirilis sejak tahun 1975 dan termasuk dalam album A Night at the Opera yang tidak kalah legendaris. Banyak sisi menarik dari Bohemian Rhapsody yang tidak akan pernah henti diperdebatkan oleh fans Queen.

Banyak yang menyebut kalau lagu ini multitafsir. Durasinya juga cukup lama untuk ukuran lagi pada jamannya yaitu hampir 6 menit. Namun justru di sinilah letak poin menariknya. Ada beberapa segmen musik yang dikemas utuh menjadi satu lagu, meliputi ballad, opera, serta rock dan sukses dibawakan dengan apik.

Kisah Lagu Bohemian Rhapsody

1.     Sejarah Lagu

Bohemian Rhapsody ditulis oleh sang vokalis sekaligus sosok paling fenomenal di Queen, Freedy Mercury. Dia menulis pada tahun 1968 ketika masih aktif sebagai mahasiswa di Ealing Art College, London.

Baru pada bulan Agustus 1975, proses rekaman Bohemian Rhapsody dimulai bersama lagu lain di album A Night at the Opera di sebuah studio musik yang berlokasi di Wales. Di awal, lagu ini dianggap tidak komersil dan tidak layak diputar di radio karena durasinya terlalu lama.

Tetapi setelah melalui proses panjang, akhirnya Bohemian Rhapsody bisa diperdengarkan di radio dan justru melebihi ekspetasi yang dibayangkan para personel Queen. Di tahun 1975, selama sembilan minggu berturut-turut lagu ini berada di chart paling atas lagu Inggris.

2.     Makna Lirik

Lagu ini diawali segmen akapela dengan lirik “Is this a real life? Is this just fantasy?” Banyak interpretasi untuk penggalan lirik tersebut. Seakan-akan Freddy Mercury sedang dalam kondisi bimbang tentang apa yang sedang terjadi di hidupnya.

Perasaan tersebut juga tergambarkan dari lirik “I’m just a poor boy, I need no symphaty”. Dia merasa bisa mengatasi masalahnya sendiri dan akan melakukan segala cara untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya.

Di segmen musik ballad, dibuka dengan alunan piano dan lirik “Mama, just killed a man, put the gun against his head, pulled my trigger now he’s dead”. Kemudian lirik yang tidak kalah menarik adalah “Mama, I don’t want to die, I sometimes wish I’d never been born at all”.

Lirik ini dinterpetasikan sebagai kisah seorang pemuda yang telah membunuh seseorang dan terancam hukuman mati. Ia kemudian tertangkap dan harus menghadapai vonisnya. Hal tersebut membuatnya menyesal dan merasa bersalah kepada ibunya.

Kemudian untuk segmen musik opera, ada beberapa nama tokoh dan istilah unik yang dimasukkan seperti Scaramouche, Beelzebub, Galileo, serta fandango. Scaramouche adalah tokoh badut dalam teater Commedia Dell’arte asal Italia. Diceritakan kalau sosok ini selalu sukses lolos dari situasi bahaya dengan cara mengorbankan orang lain.

Kemudian Beelzebub adalah sosok iblis jahat yang menyebaban kehancuran. Dia termasuk dalam tiga Fallen Angels. Sedangkan Fandango sendiri adalah nama tarian asal Spanyol. Penggunaan diksi Galileo juga menarik untuk dicermati.

Beberapa sumber meyakini bahwa Galileo digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan seseorang yag punya pemikiran berbeda namun kemudian justru mendapatkan banyak pertentangan dan harus dikucilkan oleh masyarakat.

Terlepas dari banyaknya persepeketif dan interpretasi untuk Bohemian Rhapsody, tidak bisa dipungkiri bahwa lagu ini adalah salah satu “the greatest song ever”. Terbukti dengan sukses terjual hingga 6 ribu kopi di seluruh dunia dan termasuk album rock paling populer sepanjang sejarah.