Cerita Memilukan Tentang Lagu Gloomy Sunday

Gloomy Sunday

Sebuah lagu bisa menimbulkan efek yang beragam ketika didengarkan. Sebagai contoh lagu dengan musik upbeat mampu memberikan energi lebih dan lagu mellow bisa menghadirkan suasana sendu bagi pendengarnya. Namun apakah kamu tahu ternyata ada lagu yang konon bisa memicu bunuh diri banyak orang?

Lagu yang dimaksud adalah Gloomy Sunday. Bahkan lagu ini sering dikaitkan dengan kutukan. Ada banyak kisah memilukan tentang lagu Gloomy Sunday. Liriknya yang sangat puitis ditambah dengan aransemen musik yang tidak biasa membuat siapapun yang mendengarkannya seolah terbawa perasaan kelam dan sedih berkepanjangan.

Sebenarnya apa saja kisah dibalik lagu fenomenal ini? Agar tidak semakin penasaran, langsung saja ikuti pembahasannya di bawah ini. Let’s see!

Cerita Memilukan Lagu Gloomy Sunday

1.     Sejarah Panjang Proses Penciptaan

Lagu Gloomy Sunday dipopulerkan oleh penyanyi jazz kenamaan, Billie Holiday di tahun 1940-an. Namun sebelum sampai ke Billie, ada proses panjang berkaitan dengan proses penciptaan lagu ini. Awalnya, Gloomy Sunday diciptakan dalam bahasa Hungaria dengan judul Vège a Világnak yang bermakna “dunia sedang berakhir”.

Musisi dibaliknya adalah Rezső Seress yang mengarangnya di tahun 1930-an. Lagu ciptaannya tersebut diinterpretasikan sebagai bentuk kesedihan akibat perang yang menghancurkan segalanya. Setelah itu, salah seorang penulis puisi yang juga berasal dari Hungaria, László Jávor menulis ulang lirik lagu tersebut sesuai versinya sendiri.

Ia memberikan judul Szomorú Vasárnap untuk lirik baru tersebut yang bermakna “Sabtu sedih. Pemaknaan ini berbeda dari versi aslinya karena László Jávor lebih menonjolkan kisah seseorang yang berniat bunuh diri setelah ditinggal pergi oleh sang kekasih.

Pemakaian judul Gloomy Sunday baru dimulai sejak tahun 1936 dan dinyanyikan oleh Hal Kemp. Gubahan lirik ke dalam bahasa Inggris dilakukan oleh Sam M. Lewis, seorang musisi asal Amerika. Gloomy Sunday versi Hal Kemp ini sebenarnya tidak terlalu populer dan kurang mendapatkan atensi dari pecinta musik saat itu.

Barulah ketika lagu Gloomy Sunday dibawakan oleh Billie Holiday di tahun 1941, publik memberikan perhatian lebih dan menjadi fenomena tersendiri. Liriknya yang menggambarkan suasana depresi ditambah dengan cara menyanyi Bille yang menyayat hati membuat dilabeli sebagai “lagu bunuh diri Hungaria”.

2.     Kisah Memilukan dibalik Kepopuleran Gloomy Sunday

Pada medio tahun 1930 sampai 1940-an, lagu ini menjadi fenomena luar biasa. Dikabarkan, paling sedikit terjadi 19 kasus bunuh diri di negara Hungaria dan Amerika yang berkaitan dengan lagu tersebut.

Walaupun tidak pernah dibuktikan secara sains, namun banyak orang meyakini bahwa kematian tersebut berhubungan dengan Gloomy Sunday. Bahkan BBC sempat melarang diputarnya lagu ini karena dianggap menjatuhkan semangat dan memicu depresi.

Proses pelarangan tersebut kemudian diikuti berbagai radio lain. Hal tersebut dilakukan karena saat itu sedang berkecamuk perang sehingga dikhawatirkan jatuh lebih banyak korban. Pemboikotan lagu oleh radio berlaku hingga tahun 1966, sedangkan BBC baru mencabut boikot di tahun 2002.

Banyak orang berpekluasi bahwa sebenarnya situasi peranglah yang membuat banyak orang nekat melakukan bunuh diri. Mereka diliputi rasa takut, depresi, kelaparan, dan sedih karena perang yang tak kunjung usai. Ada juga yang merasa hancur karena ditinggal orang-orang terkasih.

Gloomy Sunday kemudian dianggap memperparah situasi tersebut. Aransemen musik yang sangat kelam dan lirik memilukan disinyalir membuat rasa depresi semakin besar.

Apalagi ditambah dengan Rezső Seress, sang pencipta awal yang memutuskan bunuh diri di tahun 1968 menambah keyakinan orang-orang bahwa Gloomy Sunday memang lagu pembawa kutukan.

The Beatles Hal Mengejutkan Dibalik Bubarnya

beatles

Walaupun sering dianggap sebagai band international terbaik sepanjang masa, ternyata ada banyak friksi dan konflik internal dalam The Beatles. Hal ini jugalah yang membuat The Beatles tidak bertahan lama seperti band lain. Untuk ukuran sebuah band, Beatles tergolong punya masa edar yang sangat singkat yaitu sekitar 10 tahun saja.

Tentu ada banyak faktor pemicu hingga akhirnya bubarnya band international legendaris ini tidak dapat dihindari. Salah satu faktor utamanya adalah perselisihan antar anggota, khususnya dari dua pentolan Beatles yaitu John Lennon dan Paul McCartney. Lalu bagaimana awal konflik tersebut bisa terjadi?

Kisah ini mungkin tidak banyak diketahui remaja jaman sekarang. Maka dari itu, sebaiknya ikuti dulu kisahnya berikut ini.

Kisah Bubarnya The Beatles

1.     Kematian Brian Eipstein

Tanggal 10 April 1970 adalah hari menyedihkan bagi para fans. Di hari inilah resmi membubarkan diri dan membuat fans dari seluruh dunia patah hati. Hal tersebut membuat banyak orang berspekulasi, apa yang sebenarnya terjadi di internal band legendaris ini.

Sebenarnya ada banyak faktor pemicunya. Namun perseteruan berkepanjangan antara John dan Paul disinyalir sebagai faktor utama. Adanya dua matahari kembar tersebut menyebabkan mereka berebut ingin menjadi pemimpin band selepas kematian sang manajer, Brian Epstein.

Sosok ini padahal punya peran sangat penting bagi. Selain sebagai orang yang merintis awal kepopuleran Beatles dengan cara mempromosikan ke berbagai label musik, dia juga pintar meredam konflik yang terjadi antar personel. Pengaruhnya yang besar membuat ia mampu meredam ego dari tiap-tiap personel.

Ditambah lagi, Brian juga cerdas dalam mengatur keuangan sehingga Beatles bisa cepat meraih popularitas bahkan sampai ke Amerika yang kemudian dikenal dengan istilah British Invasion. Dan setelah kepergiannya, banyak perubahan yang terjadi dan membuat perpecahan tidak bisa dihindari.

Salah satu sosok yang paling terpukul adalah John Lennon. Dia memiliki hubungan sangat dekat dengan sang manajer. Hari-hari setelahnya terasa kosong tanpa kehadiran Brian. Hal ini membuat Beatles mulai goyah dan tidak sesolid sebelumnya.

Menyadari hal tersebut, Paul kemudian mengambil inisiatif. Ia mengambil alih peran pemimpin band dan mencoba menggairahkan Beatles kembali. Contoh proyek gagasannya adalah film Magical Mystery Tour dan lagu hits Let it Be. Tapi lama kelamaaan Paul dirasa terlalu mendominasi dan sering mengambil keputusan sepihak.

2.     Konflik John dan Paul

Pengaruh Paul yang terlalu besar ternyata tidak disukai oleh George, Ringo, apalagi John. Mulai muncul rasa benci antar personel, terutama John dan Paul. Hal tersebut membuat John melakukan hal nekat yaitu mengajak Yoko Ono saat proses rekaman.

Padahal itu adalah larangan yang sudah ditetapkan sejak awal bahwa tidak boleh membawa pasangan ketika proses produksi musik. Ketidakharmonisan pun semakin nampak. Berbagai konfik setelahnya juga tambah memperparah suasana, contohnya seperti George yang mulai berperan menulis lagu dan selera musik yang berbeda.

3.     Kehadiran Yoko Ono

Banyak fans yang menganggap kehadiran Yoko Ono juga berpengaruh besar terhadap kehancuran The Beatles. Yoko dituduh mengendalikan John dan terlalu ikut campur dengan urusan band sehingga membuat personel lain merasa tidak nyaman. Kejadian tersebut sering terjadi saat John mengajak Yoko ke proses rekaman.

Akibat konflik yang tak kunjung usai, The Beatles memutuskan bubar di tahun 1970. Walaupun sudah tidak bersama, namun ternyata perseteruan antara John dan Paul masih terjadi. Salah satu faktor pemicunya adalah Paul dinilai mendahului pesonel lain ketika menyatakan The Beatles bubar.

Sejarah Berdirinya The Beatles

the beatles

Siapa yang tidak kenal dengan The Beatles? Band international asal Inggris ini bahkan disebut-sebut sebagai grup musik paling populer sepanjang masa. Ada puluhan hits yang abadi sampai saat ini. Tapi bagi para milenials, mungkin pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa nama The Beatles bisa begitu besar di seluruh dunia?

Ada kisah panjang yang melatarbealakangi berdirinya grup musik legandaris ini. Kisah tersebut tak bisa dipisahkan dari perjalanan hidup punggawa utamanya, yaitu John Lennon. Sosok ini memulai karir bersama band bernama The Quarrymen, yang terdiri dari John bersama teman-temannya di Quarry Bank Grammar School.

Pada bulan Juli 1957, John bertemu dengan Paul McCartney di sebuah acara gereja. Ia kemudian mengajak Paul untuk bergabung dengan sebagai pemain rhytm. Waktu itu, usia John masih 16 tahun sedangkan usia Paul baru 15 tahun. Setelah menyanggupi permintaan John, Paul menjadi anggota tetap Quarrymen dan sering tampil di berbagai acara musik asik.

The Quarrymen beberapa kali berganti nama hingga memutuskan untuk memakai nama The Beatles. Personel awal band international UK ini digawangi oleh John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Best.

Sejarah The Beatles

1.     Awal Karir Bermusik

Di tahun 1960, mereka mendapatkan kesempatan tampil di sebuah klab malam di Hamburg. Tetapi apesnya justru Beatles malah dideportasi. Hal ini disebabkan karena salah satu personelnya, yaitu George Harrison masih di bawah umur untuk bekerja di klab malam. Mereka kemudian memutuskan untuk kembali ke Liverpool.

Setelah kejadian tersebut, Beatles mendapatkan tawaran sebagai pengisi musik di Cavern Club. Dari sinilah mereka mulai banyak dikenal orang. Tiap kali tampil, klab selalu ramai dan aksi Beatles dinantikan banyak orang. Tetapi tidak lama setelah itu, ada kejadian buruk yang terjadi.

The Beatles harus menerika kenyataan kehilangan salah satu personelnya yaitu Stuart Sutcliffe karena sakit di otak. Namun mereka tidak terlalu larut dalam kesedihan dan nama Beatles justru semakin populer. Ada satu sosok yang berperan penting dalam proses menanjaknya nama The Beatles, yaitu Brian Epstein.

Brian adalah seorang pemilik toko musik NEMS yang ada di Liverpool dan kemudian didapuk sebagai manajer Beatles. Di awal perjalanan karir band international asli Liverpool ini, Brian tidak kenal lelah menawarkan demo musik Beatles ke berbagai label walaupun kebanyakan ditolak.

Pada akhirnya ada sebauh label yang tertarik mengorbitkan Beatles yaitu Parlophone Records dan diproduseri oleh George Martin. Tapi ternyata ada syarat yang diajukan oleh Martin. Dia mau menerima Beatles asalkan posisi Pete Best sebagai drummer diganti karena dianggap kurang terampil dan skill-nya terbatas.

Maka dari itu, masuklah Ringo Starr sebagai pengganti Pete. Formasi John, Paul, George, dan Ringo menjadi akhir dari proses bongkar pasang personel Beatles dan bertahan sampai taun 1970 dimana John hengkang dan Beatles dinyatakan bubar.

2.     Review Hits

Single lagu pertama yang dirilis Beatles adalah Love Me Do dan langsung masuk ke chart lagu Inggris di posisi 17 waktu itu. Single tersebut juga secara cepat meroketkan nama Beatles. Lagu keduanya yaitu Please Please Me kemudian sukses meraih puncak tangga lagu Inggris dan bertahan selama beberap minggu.

Itulah sejarah singkat berdirinya Beatles. Tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini masih banyak band international baru yang menjadikan Beatles sebagai inspirasi saat berkarya karena memang kemunculannya sangat fenomenal.

Kisah Asli Lagu Legendaris Bohemian Rhapsody

bohemian rhapsody

Lagu Bohemian Rhapsody kembali ramai diperbincangkan setelah perilisan film dengan judul yang sama pada tahun 2018. Padahal lagu ini sudah dirilis sejak tahun 1975 dan termasuk dalam album A Night at the Opera yang tidak kalah legendaris. Banyak sisi menarik dari Bohemian Rhapsody yang tidak akan pernah henti diperdebatkan oleh fans Queen.

Banyak yang menyebut kalau lagu ini multitafsir. Durasinya juga cukup lama untuk ukuran lagi pada jamannya yaitu hampir 6 menit. Namun justru di sinilah letak poin menariknya. Ada beberapa segmen musik yang dikemas utuh menjadi satu lagu, meliputi ballad, opera, serta rock dan sukses dibawakan dengan apik.

Kisah Lagu Bohemian Rhapsody

1.     Sejarah Lagu

Bohemian Rhapsody ditulis oleh sang vokalis sekaligus sosok paling fenomenal di Queen, Freedy Mercury. Dia menulis pada tahun 1968 ketika masih aktif sebagai mahasiswa di Ealing Art College, London.

Baru pada bulan Agustus 1975, proses rekaman Bohemian Rhapsody dimulai bersama lagu lain di album A Night at the Opera di sebuah studio musik yang berlokasi di Wales. Di awal, lagu ini dianggap tidak komersil dan tidak layak diputar di radio karena durasinya terlalu lama.

Tetapi setelah melalui proses panjang, akhirnya Bohemian Rhapsody bisa diperdengarkan di radio dan justru melebihi ekspetasi yang dibayangkan para personel Queen. Di tahun 1975, selama sembilan minggu berturut-turut lagu ini berada di chart paling atas lagu Inggris.

2.     Makna Lirik

Lagu ini diawali segmen akapela dengan lirik “Is this a real life? Is this just fantasy?” Banyak interpretasi untuk penggalan lirik tersebut. Seakan-akan Freddy Mercury sedang dalam kondisi bimbang tentang apa yang sedang terjadi di hidupnya.

Perasaan tersebut juga tergambarkan dari lirik “I’m just a poor boy, I need no symphaty”. Dia merasa bisa mengatasi masalahnya sendiri dan akan melakukan segala cara untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya.

Di segmen musik ballad, dibuka dengan alunan piano dan lirik “Mama, just killed a man, put the gun against his head, pulled my trigger now he’s dead”. Kemudian lirik yang tidak kalah menarik adalah “Mama, I don’t want to die, I sometimes wish I’d never been born at all”.

Lirik ini dinterpetasikan sebagai kisah seorang pemuda yang telah membunuh seseorang dan terancam hukuman mati. Ia kemudian tertangkap dan harus menghadapai vonisnya. Hal tersebut membuatnya menyesal dan merasa bersalah kepada ibunya.

Kemudian untuk segmen musik opera, ada beberapa nama tokoh dan istilah unik yang dimasukkan seperti Scaramouche, Beelzebub, Galileo, serta fandango. Scaramouche adalah tokoh badut dalam teater Commedia Dell’arte asal Italia. Diceritakan kalau sosok ini selalu sukses lolos dari situasi bahaya dengan cara mengorbankan orang lain.

Kemudian Beelzebub adalah sosok iblis jahat yang menyebaban kehancuran. Dia termasuk dalam tiga Fallen Angels. Sedangkan Fandango sendiri adalah nama tarian asal Spanyol. Penggunaan diksi Galileo juga menarik untuk dicermati.

Beberapa sumber meyakini bahwa Galileo digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan seseorang yag punya pemikiran berbeda namun kemudian justru mendapatkan banyak pertentangan dan harus dikucilkan oleh masyarakat.

Terlepas dari banyaknya persepeketif dan interpretasi untuk Bohemian Rhapsody, tidak bisa dipungkiri bahwa lagu ini adalah salah satu “the greatest song ever”. Terbukti dengan sukses terjual hingga 6 ribu kopi di seluruh dunia dan termasuk album rock paling populer sepanjang sejarah.