Cerita Memilukan Tentang Lagu Gloomy Sunday

Gloomy Sunday

Sebuah lagu bisa menimbulkan efek yang beragam ketika didengarkan. Sebagai contoh lagu dengan musik upbeat mampu memberikan energi lebih dan lagu mellow bisa menghadirkan suasana sendu bagi pendengarnya. Namun apakah kamu tahu ternyata ada lagu yang konon bisa memicu bunuh diri banyak orang?

Lagu yang dimaksud adalah Gloomy Sunday. Bahkan lagu ini sering dikaitkan dengan kutukan. Ada banyak kisah memilukan tentang lagu Gloomy Sunday. Liriknya yang sangat puitis ditambah dengan aransemen musik yang tidak biasa membuat siapapun yang mendengarkannya seolah terbawa perasaan kelam dan sedih berkepanjangan.

Sebenarnya apa saja kisah dibalik lagu fenomenal ini? Agar tidak semakin penasaran, langsung saja ikuti pembahasannya di bawah ini. Let’s see!

Cerita Memilukan Lagu Gloomy Sunday

1.     Sejarah Panjang Proses Penciptaan

Lagu Gloomy Sunday dipopulerkan oleh penyanyi jazz kenamaan, Billie Holiday di tahun 1940-an. Namun sebelum sampai ke Billie, ada proses panjang berkaitan dengan proses penciptaan lagu ini. Awalnya, Gloomy Sunday diciptakan dalam bahasa Hungaria dengan judul Vège a Világnak yang bermakna “dunia sedang berakhir”.

Musisi dibaliknya adalah Rezső Seress yang mengarangnya di tahun 1930-an. Lagu ciptaannya tersebut diinterpretasikan sebagai bentuk kesedihan akibat perang yang menghancurkan segalanya. Setelah itu, salah seorang penulis puisi yang juga berasal dari Hungaria, László Jávor menulis ulang lirik lagu tersebut sesuai versinya sendiri.

Ia memberikan judul Szomorú Vasárnap untuk lirik baru tersebut yang bermakna “Sabtu sedih. Pemaknaan ini berbeda dari versi aslinya karena László Jávor lebih menonjolkan kisah seseorang yang berniat bunuh diri setelah ditinggal pergi oleh sang kekasih.

Pemakaian judul Gloomy Sunday baru dimulai sejak tahun 1936 dan dinyanyikan oleh Hal Kemp. Gubahan lirik ke dalam bahasa Inggris dilakukan oleh Sam M. Lewis, seorang musisi asal Amerika. Gloomy Sunday versi Hal Kemp ini sebenarnya tidak terlalu populer dan kurang mendapatkan atensi dari pecinta musik saat itu.

Barulah ketika lagu Gloomy Sunday dibawakan oleh Billie Holiday di tahun 1941, publik memberikan perhatian lebih dan menjadi fenomena tersendiri. Liriknya yang menggambarkan suasana depresi ditambah dengan cara menyanyi Bille yang menyayat hati membuat dilabeli sebagai “lagu bunuh diri Hungaria”.

2.     Kisah Memilukan dibalik Kepopuleran Gloomy Sunday

Pada medio tahun 1930 sampai 1940-an, lagu ini menjadi fenomena luar biasa. Dikabarkan, paling sedikit terjadi 19 kasus bunuh diri di negara Hungaria dan Amerika yang berkaitan dengan lagu tersebut.

Walaupun tidak pernah dibuktikan secara sains, namun banyak orang meyakini bahwa kematian tersebut berhubungan dengan Gloomy Sunday. Bahkan BBC sempat melarang diputarnya lagu ini karena dianggap menjatuhkan semangat dan memicu depresi.

Proses pelarangan tersebut kemudian diikuti berbagai radio lain. Hal tersebut dilakukan karena saat itu sedang berkecamuk perang sehingga dikhawatirkan jatuh lebih banyak korban. Pemboikotan lagu oleh radio berlaku hingga tahun 1966, sedangkan BBC baru mencabut boikot di tahun 2002.

Banyak orang berpekluasi bahwa sebenarnya situasi peranglah yang membuat banyak orang nekat melakukan bunuh diri. Mereka diliputi rasa takut, depresi, kelaparan, dan sedih karena perang yang tak kunjung usai. Ada juga yang merasa hancur karena ditinggal orang-orang terkasih.

Gloomy Sunday kemudian dianggap memperparah situasi tersebut. Aransemen musik yang sangat kelam dan lirik memilukan disinyalir membuat rasa depresi semakin besar.

Apalagi ditambah dengan Rezső Seress, sang pencipta awal yang memutuskan bunuh diri di tahun 1968 menambah keyakinan orang-orang bahwa Gloomy Sunday memang lagu pembawa kutukan.

Narasi Dibalik Lagu Wonderwall, Oasis

oasis

Perkembangan musik Inggris di awal tahun 90-an tidak bisa dilepaskan dari peran Oasis. Band international asal Manchester ini adalah pencetus era britpop yang gaungnya bahkan sampai ke Amerika Serikat. Oasis juga dikenal lewat berbagai karya keren dan punya nuansa tersendiri sehingga berhasil mencuri perhatian di kalangan penikmat musik.

Jika berbicara tentang hits Oasis, maka deretan lagu seperti Don’t Look Back in Anger, Stand by Me, Champagne Supernova, dan Wonderwall bisa dibilang merupakan soundtrack wajib dengar bagi para fans-nya. Diantara hits tersebut, judul terakhir cukup menarik untuk dibahas lebih jauh.

Ada banyak narasi dan anekdot dibalik lagi yang mungkin belum banyak diketahui orang. Apa saja contohnya? Langsung saja ikuti pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini.

Narasi Lagu Wonderwall

1.     Hasil Imajinasi Noel

Banyak orang yang menyebut kalau lagu Wonderwall sangat interpretatif. Artinya, tiap-tiap orang bisa memaknainya dengan interpretasi yang berbeda-beda. Tapi secara garis besar, sebenarnya mengusung tema musik sendu dan didukung dengan lirik yang tidak kalah galau.

Para fans Oasis pada awalnya menduga kalau Wonderwall adalah bentuk curahan hati Noel Galagher untuk sang istri, Meg Matthews. Namun dugaan tersebut ternyata tidak tepat. Dikonfirmasi oleh Noel sendiri, ia mengatakan bahwa adalah hasil imajinasi abstraknya saja dan tidak ditujukan kepada sosok tertentu.

Pada suatu kesempatan, Noel menjelaskan makna dari lagu Wonderwall yaitu tentang seseorang yang menyelematkan temannya dari dirinya sendiri. Sedikit membingungkan memang. Gampangnya, teman tersebut ingin membantu temannya bangkit melewati rasa depresi dan keterpurukan akibat tekanan hidup.

2.     Tidak Direspon Positif oleh Personel Lain

Walaupun mencapai kesuksesan yang luar biasa, tenyata tidak terlalu direspon positif oleh personel Oasis lain saat didengarkan pertama kali. Salah satu sosok yang merasa kurang cocok adalah adik dari Noel, yaitu Liam Galagher. Ia mengatakan bahwa lagu ciptaan Noel tersebut tidak membuatnya terkesan.

Ketika Oasis sedang berlatih pun Liam beberapa kali memprotes aransemen lagu Wonderwall. Dia merasa kurang sreg dengan sound bass-nya dan dinilai tidak sesuai dengan musik Oasis. Namun pada akhirnya tetap dirilis dan sukses menjadi salah satu hits terbaik mereka sepanjang masa.

3.     Makna Wonderwall Menurut Liam

Seperti yang kita tahu, Wonderwall merupakan masterpiece ciptaan Noel. Tetapi saat di atas panggung, justru sosok Liam Galagher lah yang berperan penting. Ia adalah vokalis yang sukses membuat para pendengar ikut merasakan getirnya tiap liriknya.

Liam juga punya interpretasi sendiri tentang lagu ini. Menurutnya, Wonderwall adalah suatu hal yang indah dan bisa dimaknai apa saja. ia artikan sebagai sebuah tembok besar. Ketika kita berusaha dan berjuang maksimal, sebesar apapun tembok penghalang pasti bisa terlewati dan kebahagian sudah menunggu dibaliknya.

4.     Langsung Sukses Ketika Debut

Tidak ada yang membayangkan bahwa lagu Wonderwall akan sepopuler ini. Bahkan saat pertama kali dirilis langsung sukses menyita perhatian jutaan orang. Album Oasis dimana terdapat single Wonderwall di dalamnya terjual lebih dari 1 juta kopi dan menempati posisi runner up UK Top Chart.

Itulah sepenggal narasi dibalik lagu megahits Oasis, Wonderwall. Sampai sekarang lagu ini masih sering diputar bahkan oleh anak-anak milenials karena memang liriknya yang dalam dan aransemen hebat dari Galagher bersaudara.

Oasis, Band Britpop Pendobrak Dominasi Musik Grunge

oasis

Oasis – Pada sekitaran tahun 1990-an awal, dunia musik sedang dihebohkan dengan tren grunge. Salah satu pelopornya adalah band international asal Amerika, Nirvana yang sukses berkat single andalannya Smells Like Teen Spirit. Saat itu, anak-anak muda merasa terwakili dengan tema dan aliran musik yang dibawakan oleh band rock seperti Nirvana.

Hal ini jugalah yang membuat tren grunge semakin populer. Tema musik yang keras, memberontak, dan muak dengan keadaan ternyata mudah diterima para penikmat musik, khususnya anak muda. Hadirnya tren tersebut kemudian mendorong band-band asal Inggris untuk membuat tandingan.

Musik pop alternatif yang nyaman di telinga menjadi narasi untuk melawan grunge. Sejak saat itu, munculah berbagai band international besar Inggris seperti Blur, Suede, dan tentu saja Oasis. Tren musik grunge menjadi semakin terdesak dan diperparah dengan kematian Kurt Cobain di tahun 1994.

Semakin populernya Oasis dan Blur menandai era kejayaan musik alternatif. Musik mereka dengan cepat diterima secara global. Maka dari itu, tidak heran jika kemudian Oasis disebut sebagai pioner band britpop dan menyandang status legenda. Lalu bagaimana kisah perjalan karir Oasis? Agar tidak semakin penasaran, simak pembahasannya di bawah ini.

Perjalanan Karir Oasis

1.     Proses Berdiri

Oasis berdiri pada tahun 1991 di kota Manchester. Di awal kemunculannya, nama yang digunakan adaah The Rain. Band ini kemudian berevolusi menjadi Oasis dengan personel awal Paul MaCuigan pada bass, Paul Arthurs sebagai gitaris, Tony McCarrol sebagai drummer, dan Chris Hutton pada vokal.

Namun The Rain tidak berjalan harmonis. Para personelnya merasa kurang cocok dengan sang vokalis. Arthurs kemudian mengajak temannya yaitu Liam Galagher sebagai vokalis baru. Tidak lama setelah itu, bergabung juga kakak Liam, Noel Galagher sebagai vokal gitar.

Ketika baru bergabung, Liam memberikan saran untuk mengganti nama The Rain menjadi Oasis. Nama tersebut terinspirasi dari sebuah poster dinding yang ada di kamarnya. Poster tersebut memuat promo band international Inspiral Carpets yang akan tampil di venue Oasis Leisure Centre.

2.     Perjalanan Karir

Album pertama yang dirilis adalah Definitely Maybe di tahun 1994. Sebelum itu, mereka terlebih dahulu bekerjasama dengan label indie Creation Records. Setahun setelah dirilisnya album pertama, meluncurkan album kedua dengan judul (What’s the Story?) Morning Glory? dengan personel baru yaitu drummer Alan white.

Di album kedua inilah terdapat beberapa mega hits, seperti Wonderwall, Don’t Look Back in Anger, dan Champagne Supernova. Album (What’s the Story?) Morning Glory? juga menandai puncak karir Oasis dan semakin berkembangnya skena britpop, tidak hanya di Inggris tetapi sampai ke seluruh dunia.

Di tahun 1997, album ketiga yaitu Be Here Now resmi dikeluarkan. Namun berbeda dari 2 album sebelumnya yang sukses meraih predikat sebagai album dengan penjualan tercepat dalam sejarah Inggris, Be Here Now tidak memperoleh popularitas serupa.

3.     Kesuksesan Oasis

Sebagai sebuah band international legendaris, berhasil memenangkan ratusan penghargaan. Prestasi pertama yaitu memuncaki top chart lagu Inggris lewat single yang berbeda-beda. Kemudian juga meraih 15 penghargaan NME Awards, 9 Q Awards, dan 4 MTV Europe Music Awards.

Bahkan juga sempat masuk nominasi Grammy Awards dan resmi tercatat di Guinness Book of Record di tahun 2010 sebagai “Longest Top 10 Chart Run by a Group” karena sukses menempatkan 22 hits-nya di 10 besar top chart lagu Inggris.

Shawn Mendes, Review Musik: Senorita

Shawn Mendes

Pada tahun 2019, ada banyak lagu dari band international ataupun penyanyi solo barat yang viral di Indonesia. Salah satu yang paling populer tentunya lagu Senorita yang dinyanyikan oleh Shawn Mendes dan Camilia Cabello. Bahkan, banyak pengamat musik menyebut kalau lagu ini adalah hits tersukses di tahun 2019.

Hal tersebut dibuktikan dengan video musiknya di platform Youtube yang mencapai 1 milyar viewers lebih setahun sejak perilisannya. Sebenarnya faktor apa saja yang membuat lagu Senorita bisa menjadi sangat populer di seluruh dunia? Berikut beberapa cerita unik di baliknya. Check this out!

Cerita Unik Lagu Senorita

1.     Awal Karir Shawn Mendes

Nama lengkapnya adalah Shawn Peter Raul Mendes. Penyanyi berbakat asal Toronto, Kanada ini lahir pada 8 Agustus 1998. Dia memulai karir saat era dunia digital sudah berkembang pesat. Maka dari itu, Shawn mulai dikenal orang saat rajin meng-upload video cover musik di aplikasi Vine pada tahun 2013.

Video tersebut tenyata mendapatkan respon positif dari publik. Setahun setelahnya, Shawn dikontrak perusahaan rekaman berkat campur tangan manajer Andrew Gertler dan Ziggy Chareton. Mulai dari sinilah nama Shawn Mendes semakin dikenal secara global.

2.     Menemukan Rekan Duet Serasi

Bisa dibilang puncak karir Shawn Mendes ialah ketika ia membawakan lagu Senorita bersama rekan duetnya, Karla Camilia Cabello Estrabao. Wanita cantik ini lahir di Kuba pada tanggal 3 Maret 1997. Kisahnya memulai karir berbeda dengan Shawn karena Camilia merupakan produk ajang pencarian bakat.

Awalnya ia bukan penyanyi solo, melainkan tergabung bersama empat rekannya dalam sebuah grup yang dikenal dengan Fifth Harmony. Grup musik ini ada sejak tahun 2012. Baru di tahun 2016, Camilia memberanikan diri untuk mengambil jalan solo dan memutuskan hengkang dari grup musik yang sudah membuatnya terkenal.

Setelah itu, Camilia banyak terlibat project duet dengan penyanyi lain. Contohnya seperti lagu I Know What You Did Last Summer bersama Shawn Mendes serta lagu Bad Things yang ia bawakan bersama Machine Gun Kelly. Karya tersebut bisa dibilang cukup sukses karena berhasil menembus top chart Billboard di Amerika Serikat.

3.     Kesuksesan Lagu Senorita

Tahun 2019, Shawn dan Camilia merilis single Senorita. Nama keduanya yang sedang naik daun di skena musik Amerika membuat lagu tersebut meroket cepat. Apalagi ditambah dengan musiknya yang ear catching dan aransemen unik, membuat banyak pecinta musik langsung jatuh cinta saat pertama kali mendengarkan.

Senorita sukses menempati urutan pertama Billboard Hot 100 Amerika dan merajai tangga lagu di lebih dari 50 negara. Video musiknya di Youtube juga dikemas dengan visual yang menarik dimana memperlihatkan kemesraan antara Camilia yang berperan sebagai pelayan restoran dan Shawn sebagai pelanggan setianya.

4.     Makna Lirik

Senorita ditulis oleh Shawn dan Camilia bersama 3 orang lainnya. Tema yang diusung adalah kemesraan antara dua pasangan. Banyak pihak menyebut lagu Senorita punya sisi sensualitas tinggi. Keromantisan dua sejoli ini diceritakan secara gamblang pada lirik “Sapphire moonlight, we danced for hours in the sand”.

Walaupun saling menyayangi, ternyata ada perbedaan pandangan diantara keduanya. Si pria tidak ingin ada komitmen sedangkan sosok wanita menginginkan hubungan ke tahap yang lebih serius. Mereka sebenarnya tahu tentang masalah ini tetapi sama-sama takut kehilangan karena rasa sayang yang begitu besar satu sama lain.

Itulah cerita unik dibalik lagu Senorita yang sangat viral di tahun 2019. Semoga bermanfaat ya, guys!

Fakta Menarik Coldplay yang Tidak Banyak Orang Tahu

coldplay

Membahas band international pada medio 2000-an, pastinya sulit terlepas dari nama Coldplay. Grup musik asal London ini langsung mendapatkan perhatian besar dari pecinta musik di seluruh dunia sejak debut album pertamanya, Parachutes di tahun 2000. Single andalannya adalah Yellow yang sukses meledak di pasaran.

Coldplay dibentuk oleh sekelompok mahasiswa yang sedang menempuh studi di University College London. Prosesnya dimulai dengan pertemuan antara Chris Martin yang nantinya berperan sebagai vokalis dengan Jonny Buckland, sang gitaris. Mereka berdua akhirnya membentuk band dan berjalan selama setahun.

Personel berikutnya yang bergabung adalah basist, Guy Berryman. Ketiga personel tersebut belum menamakan diri mereka Coldplay, tetapi lebih dulu memilih nama Starfish. Barulah ketika Will Champion bergabung sebagai drummer, nama Coldplay dipakai sampai saat ini. Pemilihan nama tersebut berasal dari saran teman kuliah Chris.

Walaupun dicap sebagai salah satu band international legendaris, ternyata ada banyak fakta menarik dari Coldplay yang perlu kamu tahu selain lagu-lagunya saja. Apa saja contohnya? Langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Fakta Menarik Coldplay

1.     Bukan Berasal Dari Fakultas Musik

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, seluruh personel berasal dari almamater yang sama yaitu University College London, salah satu kampus kenamaan di Inggris. Namun ternyata Chris Martin dan personel lain tidak ada yang berasal dari fakultas atau jurusan musik sama sekali.

Chris menempuh studi di jurusan sastra Yunani. Jonny Buckland adalah mahasiswa jurusan astronomi dan matematika sedangkan Guy Berryman berkuliah di jurusan arsitektur. Kemudian Will, sang drummer terdaftar sebagai mahasiswa di jurusan komputer.

2.     Kisah Lagu Yellow

Jika fans diminta untuk menyebut salah satu hits yang paling memorable, kemungkinan besar Yellow menjadi satu lagu yang paling sering disebut. Hal tersebut sangat wajar mengingat lagu ini jugalah yang berperan besar mempopulerkan Coldplay di awal kemunculannya.

Ada kisah menarik dibalik pemilihan judul Yellow. Inspirasi lagu tersebut didapat saat para personel Coldplay sedang memandangi langit malam. Setelah lirik dan aransemen lagu tercipta, mereka justru bingung untuk memberikan judul di lagu ini.

Kemudian Chris Martin memberikan solusi dengan memberikan judul “Yellow” yang terinpirasi dari Yellow Pages atau buku telepon yang sedang dibacanya saat itu.

3.     Sejarah Markas Coldplay

Seperti kebanyakan band international lain, Coldplay juga punya markas yang kemudian sering disebut dengan Coldplay HQ. Menariknya mereka tidak memilih markas di pemukiman elite atau tempat yang jauh dari gangguan. Mereka justru membangun markas di distrik sederhana di daerah London Utara.

Markas tersebut dulunya adalah toko roti. Di dalam markas tersebut, juga terdapat studio yang biasa digunakan sebagai tempat berlatih dan juga menulis lagu-lagu hits-nya.

4.     Komitmen Tentang Narkoba

Walaupun sudah sebesar sekarang, para personel masih memegang teguh peraturan dan kesepakatan yang telah dibuat sejak awal yaitu dilarang mengkonsumsi narkoba jenis apapun. Jika sampai ada personel yang ketahuan memakai narkoba, konsekuensinya akan langsung dikeluarkan dari band.

5.     Sukses Meraih Ratusan Penghargaan

Sejak awal kemunculannya sudah mendapatkan atensi lebih di kalangan penggemar musik Inggris. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang menyebut Coldplay sebagai band international asal Inggris paling sukses di era modern.

Dibuktikan dengan ratusan penghargaan yang sukses diraih sampai saat ini. Yang paling bergengsi tentunya adalah meraih 7 penghargaan Grammy Awards yang juga menandai puncak karir Chris Martin dan kawan-kawan sebagai sebuah band.

Dance Monkey Cerita Dibalik Viralnya Lagu

dance monkey

Siapa sih yang tidak suka mendengarkan musik? Dari anak-anak hingga orang tua biasanya punya lagu favoritnya sendiri. Berbicara tentang musik, di akhir tahun 2019 Indonesia digemparkan dengan satu lagu sangat viral di platform Youtube yaitu Dance Monkey.

Lagu yang identik dengan musik EDM ini memang unik dan sangat ear-catching. Tones and I (Toni Watson), sang pencipta Dance Monkey sukses meraih popularitas yang luar biasa di banyak negara. Video musiknya menduduki posisi pertama top songs di Jerman, Selandia Baru, UK, Australia, dan banyak negara lain.

Prestasi ini tentunya sangat mengagumkan mengingat Toni Watson baru merilis dua single sepanjang karirnya. Single pertamanya adalah Johnny Run Away yang diluncurkan ke publik Maret 2019. Lalu bagaimana kisah dibalik lagu ini dan dari mana Toni mendapatkan inspirasi? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kisah Lagu Dance Monkey

1.     Awal Perjalanan Karir

Sebenarnya lagu Dance Monkey sudah dirilis sejak Mei 2019. Tetapi justru melalui video musiknya yang diunggah Desember 2019 itulah Dance Monkey menjadi sangat populer secara global. Menariknya, walaupun video klipnya terkesan “nyleneh”, ternyata ada kisah menarik dibalik lagu tersebut.

Toni Watson mengatakan bahwa inspirasi lagu tersebut adalah pengalaman pahitnya bertahun-tahun. Seperti yang kita tahu, sebelum terkenal Toni adalah seorang pengamen jalanan selama 8 tahun. Semua hal yang terjadi di hidupnya sempat membuatnya frustasi dan sulit menerima kenyataan.

Dari pengalaman tersebut, Toni coba menceritakan bahwa perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Dia membandingkan dirinya dengan monyet terlatih yang sama-sama bertujuan untuk menghibur orang-orang di jalanan serta mengajak para pendengarnya untuk ikut larut merasakan segala penderitaan yang dialaminya.

2.     Makna Lirik

Lagu Dance Monkey dimulai dengan lirik “They say Oh God, I see the way you shine” kemudian dilanjutkan dengan “Take your hands my dear, and place them both in mine”. Dari kedua penggalam lirik ini saja, Toni sudah mendeskripsikan dengan baik apa yang biasa dialaminya ketika mengamen di jalanan.

Suatu waktu saat Toni sedang mengamen, ia tiba-tiba didatangi oleh sekelompok pria mabuk. Kemudian mereka ingin merampas uang Toni, ditunjukkan dengan lirik “place them both in mine”. Tidak hanya itu, mereka juga meminta Toni menari sambil menertawakannya.

Kejadian ini digambarkan dalam lirik “And now I beg to see you dance just one more time”. Di sinilah letak penderitaan yang dialami Toni. Ia adalah seorang pengamen, bukan penghibur yang bisa disuruh-suruh sesuka hati, apalagi itu bukan keahliannya.

Kemudian di bagian chorus lagu, lebih dipertegas lagi rasa frustasi yang dialami oleh Toni akibat hinaan orang lain. Bisa dilihat dari lirik “Move for me, move for me” serta “And when you’re done, I’ll make you do it all again”. Seolah-olah orang-orang hanya menganggap rendah dirinya dan tidak mendapatkan apresiasi sama sekali.

Bagian klimaksnya ada di lirik terakhir. Toni mulai merasa rendah diri dan menganggap apa yang dilakukannya hanyalah seperti topeng monyet. “Just like monkey, I’ve been dancing my whole life”. Lirik ini memberikan gambaran sempurna apa yang kala itu dirasakan oleh Toni.

3.     Kesimpulan

Dibalik musiknya yang enerjik dan mudah terngiang-ngiang, ternyata ada kisah memilukan dibaliknya. Kata “Dance Monkey” adalah metafora sempurna tentang  cara Toni menjalani hidup. Namun pada akhirnya, dia bisa melewati semuanya dan sukses berkarir dalam dunia musik.