REVIEW FILM DOLITTLE (2020): Film Yang Sarat Akan Pesan Moral

Review Film Dolittle

REVIEW FILM DOLITTLE (2020): Film Yang Sarat Akan Pesan Moral – Universal Pictures kembali mendistribusikan sebuah film bergenre Fantasy Adventure yang digarap oleh sutradara Stephen Gaghan bersama rumah produksi dari Team Downey dan Roth/Kirschenbaum Films.

Berjudul Dolittle , film ini menyajikan aksi-aksi heroik serta tingkah-tingkah lucu dari peran utamanya maupun para pemeran pendukung yang sebagian besar digambarkan sebagai hewan. Rilis pada bulan Januari 2020, film ini cukup sukses dengan pendapatan Box Office sebesar kurang lebih USD 250 Juta.

Dibintangi oleh aktor papan atas Hollywood yaitu Robert Downey Jr, sepertinya Review film Dolittle ini film yang pantas untuk ditonton di akhir pekan alias worth to watch nih, guys.

Kapan lagi kita akan melihat seorang Robert Downey Jr yang beradu akting dengan para peran hewan yang disulih suara-kan oleh beberapa aktor dan aktris kenamaan seperti Selena Gomez, Tom Holland, Octavia Spencer, hingga John Cenna ? Benar-benar sebuah adu akting yang sepertinya menakjubkan, meskipun mungkin hanya melalui dubbing yah.

Selain Robert Downey Jr, ada juga aktor dan aktris Harry Collet memainkan peran sebagai Tommy Stubbins, Kasia Smutniak sebagai Lily Dolittle, Antonio Banderas berperan sebagai King Rassouli ayah dari Lily Dolittle, Michael Sheen juga berperan sebagai Dr. Blair Mudfly, Jessie Buckley yang memainkan peran sebagai Ratu Victoria, serta Carmel Laniado sebagai Lady Rose yang dipercayai Ratu untuk menjadi asisten kepercayaannya, yang turut serta memeriahkan film Dolittle ini.

Review Film Dolittle berkisah tentang seorang dokter hewan yang sebelumnya sangat bersemangat dalam menjalani profesinya dalam menolong dan menyembuhkan semua hewan yang terluka, namun kini terlihat terpuruk dan memilih untuk menyendiri di sebuah cagar alam bersama dengan hewan-hewan kesayangan peliharaannya.

Hal ini disebabkan oleh kematian sang istri, Lily Dolittle, yang mati diterjang badai laut saat sedang berlayar. Hal itu benar-benar membuatnya merasa patah hati sehingga ia tidak ingin melanjutkan kegiatannya sebagai dokter hewan lagi. Sampai suatu ketika ia menerima tamu yang tak diundang yang datang ke rumahnya, sehingga dari momen itulah jalan pikiran Dolittle mulai terbuka.

Nah, langsung saja yuk kita menuju ke bagian ringkasan alur cerita beserta review film Dolittle ini. Dibaca dan disimak baik-baik yaah.

PLOT SUMMARY REVIEW FILM DOLITTLE (2020)

Alkisah hiduplah seorang dokter hewan bernama Dr. John Dolittle yang selain sangat piawai dalam pekerjaannya menyelamatkan para hewan yang terluka, ia juga mampu berbicara dengan hewan menggunakan bahasa mereka.

Lambat laun tersiarlah berita mengenai kemampuan Dolittle ini sampai ke telinga kerajaan Inggris, sehingga Ratu Inggris pun mengundangnya ke istana. Ratu Inggris pun menganugerahi Dolittle sebuah Cagar Alam sebagai tanda terima kasih kepadanya, yang mana Cagar Alam tersebut dapat dihuni oleh Dolittle beserta seluruh hewan-hewan peliharaan maupun hewan-hewan tampungannya. Dolittle sangat bahagia dengan pemberian tersebut.

Selang berjalannya waktu, bertemulah Dolittle dengan seorang perempuan bernama Lily, yang memiliki kegemaran yang sama dengan Dolittle yaitu memelihara dan mencintai segala jenis hewan.

Lily adalah seorang petualang sejati, dan Dolittle pun jatuh cinta kepadanya sehingga mereka pun memutuskan untuk menikah dan hidup bersama di cagar alam yang Dolittle miliki.

Sampai pada akhirnya suatu hari Lily meminta izin untuk pergi berlayar sementara waktu bersama burung macaw kesayangannya bernama Poly, tanpa ditemani oleh Dolittle. Dolittle pun mengizinkan dan berpisahlah mereka untuk sementara waktu.

Namun, selang waktu berjalan, Poly kembali pulang hanya dengan membawa cincin pernikahan yang Lily pakai, tidak dengan Lily.

Dolittle tahu apa maksud dari kepulangan sang burung itu, yaitu Poly memberitahukan bahwa Lily telah mati ditengah laut saat terjadinya badai besar.

Dolittle merasa sangat sedih, marah pada diri sendiri, dan juga depresi, sehingga ia memutuskan untuk menutup Cagar Alam miliknya tersebut dari publik. Dolittle benar-benar ingin menyendiri, hanya dengan ditemani oleh hewan-hewan kesayangan peliharaannya saja.

Sampai suatu ketika Dolittle kedatangan tamu tak diundang, seorang laki-laki remaja bernama Stubbins yang datang dengan tergesa-gesa sambil membawa tas kecil yang entah berisi apa.

Ternyata, anak laki-laki tersebut dituntun oleh Poly si burung macaw hingga sampai ke Cagar Alam milik Dolittle. Ada juga seorang remaja perempuan bernama Lady Rose, yang ternyata anak tersebut adalah seorang Putri dari Kerajaan Inggris.

Awalnya Dolittle enggan untuk bertemu, bertegur sapa, bahkan untuk sekedar melihat siapapun. Namun, setelah tamu-tamunya tersebut menjelaskan kebutuhan mereka masing-masing, yang mana Stubbins ingin Dolittle mengobati seekor tupai yang tak sengaja tertembak olehnya, lalu Lady Rose yang meminta Dolittle untuk datang ke istana menyembuhkan sang Ratu yang sedang sakit keras, disitulah Dolittle mulai merubah pikirannya.

Dolittle pun memulai proses penyembuhan si tupai terlebih dahulu. Dengan dibantu teman-teman hewan peliharaannya yang terdiri dari Chee-Chee si Gorila, Poly si Burung Beo, Dab-Dab si Bebek, Yoshi si Beruang Kutub, Betsy si Jerapah baik hati, Dolittle kemudian berhasil mengangkat peluru yang mengenai perut si tupai yang bernama Kevin. Sementara di sisi lain, ada Stubbins dan Lady Rose yang terpana melihat kesibukan Dolittle dalam mengobati tupai tersebut.

Setelah Dolittle menyelesaikan proses penyembuhan Kevin si tupai, Dolittle pun memutuskan untuk pergi ke Istana Kerajaan bersama dengan Lady Rose untuk melihat keadaan sang Ratu yang sedang sakit tersebut.

Stubbins yang semula dilarang oleh Dolittle untuk mengikuti mereka, terpaksa mengendap-ngendap masuk ke dalam kotak yang tertempel di kendaraan kereta kuda milik Lady Rose agar ia tetap bisa mengikuti Dolittle dan berharap bisa menjadi murid Dolittle.

Sesampainya di istana, Dolittle beserta kawan-kawan hewan peliharaannya masuk ke dalam istana dan langsung menuju kamar sang Ratu, lalu Dolittle pun tanpa basa-basi langsung meminta kawannya Jip seekor anjing berkacamata untuk mengendus sang Ratu yang sedang tertidur, untuk memeriksa dan mengetahui apa yang sebenarnya sudah terjadi padanya.

Ternyata Dolittle dan kawan-kawan hewan peliharaannya merasa ada yang janggal dari sakitnya sang Ratu. Setelah Dolittle melakukan sedikit perbincangan dengan gurita yang berada di dalam Aquarium di kamar tersebut, ia akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari Istana untuk mencari dan membawakan obat yang mujarab bagi sang Ratu yaitu buah Pohon Eden. Akankah Dokter Dolittle bersama dengan kawan-kawannya berhasil melakukan misi penyelamatan ini?

GOOD POINTS DARI REVIEW FILM DOLITTLE

Film apa saja nih yang kalian ketahui yang dimainkan oleh Robert Downey Jr. ? Pastinya ada cukup banyak ya guys, beberapa dari film tersebut yang sangat terkenal dan mendunia adalah Iron Man dan The Avengers Series. Di Review film Dolittle kali ini, sutradara Stephen Gaghan menggaet Downey untuk memerankan Doctor John Dolittle sebagai peran utama di film fantasi petualangan ini.

Dan sudah bisa ditebak, akting yang dimainkan oleh Downey pastinya sangat memiliki ciri khas yang entah itu penggemarnya maupun penonton biasa akan selalu ingat. Peran Downey sebagai seorang dokter hewan yang menyayangi semua binatang namun di dalam hatinya masih terdapat luka masa lalu cukup apik dimainkan oleh sang Iron Man ini. Pilihan yang tepat demi menggaet para penonton.

Alur cerita yang disajikan dari Review film Dolittle ini mengalir dengan cukup sederhana dan mudah dipahami, namun meskipun begitu film ini mampu meninggalkan kesan yang cukup mendalam bagi para penontonnya, terlebih bagi mereka yang pada dasarnya sangat menyukai binatang.

Review Film Dolittle ini mengangkat sentimental mengenai hewan dan segala lika-liku kehidupan mereka, yang mana tidak sedikit dari kehidupan hewan-hewan tersebut yang cukup menyedihkan, sebagaimana adegan-adegan yang ditunjukkan di menit-menit awal Review film Dolittle ini dimana saat Dolittle berkelana ke seluruh penjuru dunia bersama Lily kekasihnya, lalu mereka pun bertemu dengan para hewan yang memiliki kisah hidup yang menyedihkan seperti Chee-Chee yang berada di kandang dalam kurun waktu yang lama maupun Yoshi yang merasa sangat kedinginan di Kutub Utara.

NOT – REALLY GOOD POINTS DARI REVIEW FILM DOLITTLE

Alur cerita yang cukup mengesankan dari Review film Dolittle ini dibungkus dalam durasi film 101 menit, yaitu kurang lebih 1 jam 40 menit. Namun, entah mengapa kami rasa durasi tersebut seperti kurang panjang bagi penonton.

Seharusnya film-film petualangan seperti Review FIlm Dolittle ini bisa diberi durasi yang cukup panjang, seperti 2 jam misalnya. Asalkan dipenuhi dengan cerita-cerita yang seru juga adegan-adegan yang akan disenangi penonton, maka durasi 2 jam dirasa akan mencukupi rasa penasaran para penonton dalam menyaksikan keseruan Downey CS di film yang percakapannya menggunakan aksen bahasa negara United Kingdom ini.

Masih ingat adegan saat Dolittle membeberkan fakta bahwa staf anggota istana-lah yang telah meracuni Ratu Victoria hingga hampir saja sang Ratu tersebut tewas? Yap, staf anggota istana tersebut bernama Lord Thomas Badgley.

Ternyata Lord Thomas memang sudah berniat untuk meracuni Ratu Victoria hingga sang Ratu tewas agar nantinya Lord Thomas dapat menggantikan dan menduduki posisi sang Ratu Inggris tersebut. Di adegan itu pula, Ratu Victoria yang sudah sadar dan pulih dari sakitnya berkat bantuan Dokter Dolittle yang meneteskan sari buah Pohon Eden, hanya menyuruh penjaga untuk memasukkan Lord Thomas ke dalam penjara.

Sepertinya keputusan tersebut terlalu lembek untuk seseorang dengan kasus pembunuhan berencana kepada raja atau ratu yang ada di sebuah Negara, terlebih sang Ratu memang hampir saja tewas dikarenakan ulahnya.

Seharusnya buatkan saja adegan baru untuk peran Lord Thomas tersebut, dimana Lord Thomas dimasukkan ke dalam kandang Barry sang singa yang sedang mengalami depresi, sebagai balasan atas perbuatannya, lalu biarkan ia dan Barry berurusan setelahnya. Cukup mengerikan tapi memiliki efek jera bagi yang lainnya, kan? Agreed.

Ohiya, satu lagi peran yang harusnya dimasukkan ke dalam kandang Barry sang singa nih guys, yaitu peran Dr. Blair Mudfly yang dengan jahatnya sudah berusaha menggagalkan rencana Dolittle untuk menyembuhkan sang Ratu!

Peran Stubbins dan Lady Rose di film ini sudah terlihat sejak awal mulainya Review film Dolittle, dimana mereka berdua sering terlihat bersama serta mendukung satu sama lain. Terlihat jelas bahwa mereka berdua memang saling menyimpan perasaan satu sama lain.

Namun, hingga akhir adegan dari film Dolittle ini, tidak ada adegan yang memperlihatkan bahwa Stubbins dan Lady Rose akan melanjutkan hubungan mereka ke tahap yang mungkin lebih serius.

Apakah mereka tidak akan bersatu? Penonton sepertinya akan sedikit dibawa gemas dengan kisah mereka berdua, kenapa tidak dibuatkan saja adegan yang memperlihatkan bahwa mereka akan meresmikan hubungan mereka? Hanya saran saja sih, hehe.

Poin berikutnya adalah sebuah bentuk dari rasa penasaran kita terhadap Review film Dolittle ini. Jika hampir seluruh hewan terlihat hadir di film ini, baik hewan yang dipelihara dan tinggal bersama Dolittle maupun hewan-hewan yang berada diluar Cagar Alam, mengapa tidak ada satupun hewan kucing yah di film ini? Padahal, sepertinya kita semua cukup setuju bahwa kucing adalah hewan imut yang umum dan sangat universal untuk dijadikan sebuah icon atau bahkan dijadikan sebuah peran di dalam film (seperti film Garfield misalnya). Kira-kira apa yah alasan dari Stephen Gaghan maupun Thomas Shepherd untuk tidak melibatkan hewan kucing sama sekali di Review film Dolittle ini?

CLOSING…

Itulah bagian akhir dari Review film Dolittle yang telah kita ulas satu per satu ini. Nah, kira-kira bagaimana pendapat kalian tentang poin-poin yang telah kami kumpulkan nih? Apakah ada hal menarik yang kalian dapatkan dari ulasan kita, atau mungkin kalian sendiri yang mendapatkan poin menarik tersebut? Sepertinya seru untuk dibahas bersama yah!

Menurut kita, terdapat beberapa pesan moral yang cukup mendalam dari Review film Dolittle ini. Review Film Dolittle yang mengangkat tema tentang kehidupan para binatang dan pertemanan mereka dengan manusia seakan menyentil kita sebagai manusia di zaman sekarang ini, yaitu seperti apakah kita sudah pernah menolong para hewan-hewan yang membutuhkan pertolongan disekitar kita? Apakah kita sudah memiliki rasa peduli akan kehidupan mereka diluar sana, yang tidak sedikit dari mereka memiliki kehidupan yang menderita akibat ulah perburuan dari manusia? Bukankah hewan juga makhluk hidup, sama seperti kita?

Peraturan perburuan yang ada di dunia juga sepertinya masih terasa longgar dan sangat perlu untuk di perketat demi menjaga kelestarian hewan di habitatnya. Film ini juga sarat akan pesan moral yang mengajarkan kita untuk selalu menjaga sikap dan berbaik hati kepada seluruh makhluk hidup, sebagaimana yang diperankan oleh Dokter John Dolittle. Jika kita bersikap baik dengan tulus kepada sesama makhluk hidup, maka bumi dan seisinya pun akan turut bersikap baik kepada kita. Hal ini mungkin bisa dikatakan sebagai hukum alam yah guys.

Jadi, tunggu apa lagi?! Yuk langsung ditonton aja Review Film Dolittle ini, jangan lupa ajak-ajak teman sepermainan, kerabat, tetangga sebelah, saudara kecil, saudara besar, om, tante, mantan pacar, mantan gebetan, dan semuanya yang bisa kalian ajak pokoknya! Makin ramai nonton filmnya, pasti akan terasa makin seru, kan?

REVIEW FILM PROJECT POWER ! : Segala Kemungkinan Teknologi Yang Bisa Terjadi Di Masa Depan?

Review FIlm

REVIEW FILM PROJECT POWER (2020): Genre Superhero Rasa Sci-Fi , Dan Segala Kemungkinan Teknologi Yang Bisa Terjadi Di Masa Depan – Hallo pembaca yang budiman dan padiman semuanya, apa kabar? Semoga kalian dan kita semua sehat-sehat selalu yah. Di tengah kondisi yang serba tidak pasti seperti sekarang ini, pastinya kita jadi lebih sering berada di rumah yah guys, demi untuk mengurangi kontak dengan orang lain di luar sana. Nah, sementara kita semua menjadi lebih sering berada di rumah, pastinya kita butuh kegiatan-kegiatan positif yang bisa menyenangkan jiwa dan raga, kan? Kita berikan solusi nih untuk kalian, yaitu kalian bisa baca review dari kita lalu nonton film rekomendasi dari kita secara gratissss. Pasti akan seru!

Di kesempatann kali ini kita akan berikan ulasan mengenai review film yang bisa dibilang multi-genre nih, yaitu action, superhero, maupun sci-fi. Berjudul Project Power, film berdurasi 114 menit ini adalah fim yang dibintangi oleh Jamie Fox, Joseph Gordon-Levitt, beserta Dominique Flashback sebagai para pemeran utamanya. Film ini mengangkat tema tentang proyek pengedaran kapsul berbahaya yang diberi nama kapsul Power, dengan tujuan untuk membangun evolusi manusia di kehidupan selanjutnya. Cerita film ini juga identik dengan cerita-cerita film yang mengangkat tema futuristik serta seperti sedikit memberikan gambaran mengenai sisi gelap dari ilmu pengetahuan / science yang jika disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab maka akibatnya akan fatal, bahkan dapat mengancam nyawa banyak manusia.

Disutradarai oleh Henry Joost dan Ariel Schulman, film ini bisa dijadikan film rekomendasi bagi kalian yang menyukai genre action , thriller, sekaligus sci-fi nih! Film Project Power ini juga didistribusikan oleh Netflix, dan digarap oleh rumah produksi Screen Arcade; Supermarche. Nah, langsung aja yuk kita baca ringkasan alur cerita dan juga review yang kita berikan dibawah ini. Check it out, folks!

PLOT SUMMARY REVIEW FILM PROJECT POWER (2020)

Di sebuah pelabuhan, terlihat satu kapal yang sedang bersandar layar lalu kapal tersebut menurunkan beberapa container untuk kemudian dibawa ke kota New Orleans pada pukul 03.00 pagi.

Sesampainya di tempat tujuan, seorang laki-laki paruh baya bernama Biggie, terlihat sedang menjelaskan tentang sebuah produk yang berbentuk kapsul yang diberi nama Power kepada sekumpulan anak muda laki-laki dan perempuan, dan ternyata mereka adalah para pengedar obat-obatan terlarang, yang mana kapsul tersebut mengandung bahan yang bisa menjadi sumber kekuatan super di tubuh tiap pemakainya. Kapsul-kapsul tersebut disimpan dengan rapih di dalam beberapa kotak dan koper, dan diberikan secara cuma-cuma oleh Biggie kepada mereka. Mereka semua terlihat tertarik dengan penjelasan Biggie lalu menerima penawaran tersebut. Salah satu dari sekumpulan pengedar tersebut yang juga terlihat sangat antusias adalah seorang laki-laki bernama Newt yang nantinya akan menjadi pengedar kapsul-kapsul ini.

6 minggu kemudian, 911 mendadak kebanjiran telepon darurat dimana setiap telepon yang diterima selalu saja tentang orang-orang atau korban yg tiba-tiba berjatuhan sehabis minum sebuah kapsul. Para penelepon juga menjelaskan keadaan para korban tersebut, yang mana si korban terlihat menjadi sangat kuat seperti memiliki kekuatan super yang belum diketahui darimana asalnya, sang korban pun tak jarang mengacaukan keadaan sekitar, dan kalaupun korban tersebut terluka, mereka juga tidak akan mengeluarkan darah.

Adalah seorang polisi detektif yang berasal dari NOPD bernama Frank Shaver, yang mengetahui tentang proyek kotor tersebut dan terpaksa membeli kapsul Power untuk mengetahui bagaimana cara kerja dan efeknya pada tubuh si pemakai, lalu kemudian akan ia gunakan untuk menangkap para pemakai kapsul tersebut yang telah banyaj membuat onar di kota tempat tinggalnya. Frank membeli kapsul itu dari seorang anak remaja berkulit hitam yang masih duduk di bangku sekolah bernama Robin, yang mana anak tersebut ternyata salah satu penjajak kapsul Power juga.

Suatu ketika, terdapat kasus perampokan di sebuah Bank di kota New Orleans, dimana para pihak kepolisian terlihat kewalahan dan tidak berani mendekati pelaku perampokan tersebut. Datanglah Frank dengan niat untuk membantu keadaan. Frank tahu betul bahwa pihaknya tidak akan mampu menangkap pelaku perampokan tersebut dikarenakan pelakunya sedang dibawah pengaruh kapsul Power. Maka Frank-pun memutuskan untuk menggunakan kapsul Power yang telah ia beli dari Robin demi untuk menangkap si pelaku sambil membuktikan sendiri bagaimana efek dari kapsul tersebut.

Pelaku berhasil ditangkap oleh Frank dan diamankan, namun Frank justru ditegur oleh Kapten nya dikarenakan ketahuan mengonsumsi kapsul tersebut, hingga berakhir pada Frank diminta untuk melepaskan lencana dan senjata yang ia miliki. Frank menjelaskan rencana dan alasan mengapa ia mengonsumsi kapsul tersebut, lambat laun sang Kapten mempercayainya lalu memberitahu Frank sebuah rahasia terkait proyek kapsul Power tersebut. Sang kapten juga memberikan foto seorang mayor yang mana mayor tersebut menurut sang kapten terlibat dalam kasus kapsul Power ini.

Mulailah Frank melakukan pencariannya terhadap mayor yang fotonya diberikan kaptennya tersebut, namun rencana dan pencarian Frank ternyata justru menuntunnya menuju kepada temuan yang tidak ia duga sebelumnya, seperti siapa Mayor yang ada di foto itu sebenarnya dan apa tujuannya terlibat dalam proyek kapsul Power tersebut. Dibantu oleh Robin sang “mantan penjajak”, Frank pun memulai kisah dan aksinya yang membawanya kepada inti dari bisnis kapsul tersebut, yakni kehidupan masa lalu sang Mayor yang melibatkan anak perempuannya bernama Tracy.

Project Power
Review FIlm Project Power

GOOD POINTS

Film besutan Henry Joost dan Ariel Schulman berjudul Project Power ini adalah film yang bergenre Superhero, setidaknya begitulah yang tertera di ulasan-ulasan yang ada di internet untuk film ini. Memiliki durasi kurang lebih 2 jam, film ini menyajikan berbagai adegan action dan saling kejar antar warga sipil dan juga pihak polisi, tipikal film action Hollywood pada umumnya. Namun, setujukah kalian bahwa film ini juga sarat akan genre Sci-Fi, dimana hal tersebut terlihat dari adegan-adegan beserta penjelasan-penjelasan mengenai kemampuan kapsul tersebut? Kapsul power yang mampu merubah manusia menjadi monster, memiliki kekuatan super serta memiliki dampak yang mematikan? Sebuah poin awal yang cukup baik dimana hal tersebut dapat memperlihatkan kelihaian sang sutradara dalam membungkus film ini menjadi sebuah tontonan Superhero , Sci – Fi yang epik bagi kita semua.

Jamie Fos yang berperan sebagai Mayor Arthur / Art , Joseph Gordon Levith sebagai Detektif Frank, dan juga Dominique Fishback sebagai Robin, bisa dibilang mereka adalah sebagai Trio super di dalam film Project Power yang rilis baru-baru ini. Koneksi dan chemistry yang mereka mainkan entah mengapa terasa cukup kuat bagi para penonton, layaknya seperti sudah sering beradu akting bersama di film-film lainnya. Chemistry yang mereka sajikan itu berdampak positif pada jalannya alur cerita di film ini.

Poin menarik lainnya terdapat pada fokus pengangkatan cerita dari film ini, yang mana sang sutradara Henry Joost bekerja sama dengan Mattson Tomlin sang penulis naskah untuk mengangkat dan mengembangkan isu moral di Project Power, yaitu terkait dengan penggunaan serta pengedaran obat-obatan terlarang yang terjadi di hampir seluruh penjuru dunia. Seperti sentilan bagi para penguasa di tiap negara bahkan dunia, untuk lebih memperhatikan lagi mengenai betapa masih maraknya pengedaran produk-produk terlarang tersebut. Dan juga kaca pantulan bagi kita, agar kita tidak mudah tergiur dengan godaan-godaan pemakaian produk terlarang seperti itu, demi kelangsungan hidup generasi kita yang selanjutnya.

NOT – REALLY GOOD POINTS

Di film Project Power ini seperti yang sudah kita ketahui bahwa Tracy adalah anak kandung perempuan dari Arthur, yang telah diculik dan disekap oleh Doctor Gardner untuk nantinya dijadikan bahan penelitian dan uji coba kapsul Power temuannya bersama dengan tim. Nah, kira-kira apakah sempat terlintas di dalam pikiran kalian tentang siapa ibu kandung dari Tracy ini? Yang artinya ibu dari Tracy tersebut adalah mungkin istri atau teman dekat wanita Arthur. Kalau memang benar seperti yang dikatakan oleh Arthur bahwa Tracy mewarisi modifikasi genetik yang dulu ia dapatkan sehingga membuatnya menjadi anak yang “berbeda”, maka apakah ibu dari Tracy juga mendapatkan hal yang sama seperti Tracy? Mengapa tidak ada penjelasan yang detail mengenai cerita yang satu ini yah? Kita penasaran sebenarnya, hehe.

Robin di film ini hanyalah seorang remaja yang statusnya masih duduk di bangku sekolah. Namun, dengan alasan kebutuhan ekonomi keluarga, ia menjajal dirinya untuk menjadi penjajak kapsul Power yang sangat berbahaya tersebut. Pertanyaannya adalah, darimana Robin yang notabene masih menjadi murid di sebuah sekolah bisa mendapatkan kapsul Power tersebut? Dilihat dari kemampuan kapsul tersebut, apakah semudah itu untuk mendapatkannya hingga seorang pelajar pun bisa mengaksesnya? Kalaupun Robin mendapatkan kapsul itu dari seorang pengedar, sebutlah dari Newt, sebaiknya berikan 1 adegan saja yang memperlihatkan bahwa Robin sedang bertransaksi kapsul tersebut dengan seorang pengedar, bukan hanya ujug-ujug dia sudah memegang dan menjual kapsul tersebut.

Menjelang akhir dari film ini, terlihat adegan di kapal atas Genesis yang sedang berlayar dimana Arthur, Frank, dan Tracy yang sedang tersudut di salah satu kabin kapal sedangkan jika mereka keluar maka mereka akan ditangkap oleh Doctor Gardner yang sudah menunggu mereka tepat diluar pintu kabin. Sementara, Robin saat itu tertangkap dan berada ditangan anak buah dari Doctor Gardner, sang dokter pun mengancam Arthur untuk mengembalikan Tracy kepadanya agar Robin tetap hidup dan akan segera dikembalikan. Arthur-pun mnegatur rencana yang mana akhirnya Arthur mau tak mau harus keluar menghadapi sang Dokter untuk menyelamatkan Robin. Terjadilah pecakapan singkat diantara mereka yang diakhiri dengan ledakan dahsyat yang berasal dari tubuh Arthur yang ternyata memakan kapsul Power terakhir yang ia punya. Di adegan ini, sebenarnya akan menjadi sangat dramatis dan mungkin akan membekas di ingatan para penonton jika saja terdapat percakapan-percakapan dramatis yang terjadi diantara Arthur dan Doctor Gardner, mengenai masa lalu Arthur yang sudah dijadikan subjek pertama uji coba modifikasi genetika. Namun, sepertinya sang sutradara menginginkan sebuah klimaks yang cepat juga ringkas, sehingga ditiadakannya percakapan tambahan itu yang mungkin bisa saja akan menjadi penutup yang manis diantara perang Arthur dan sang Dokter.

Review Film
Project Power

CLOSING…

Itulah review film dari kami untuk film Project Power ini, film action yang sedikit menyerempet ke Sci-Fi jugayang mengusung tema serta isu moral yaitu pengedaran kapsul terlarang dan kerja sama kotor antara tenaga medis (Doctor Gardner) dan para mafia-mafia bisnis. Film ini meskipun memiliki beberapa poin bagus dari segi hal review-nya, namun tetap saja seperti karya-karya pada umumnya yaitu pasti selalu ada hal yang kurang di mata para penonton dan hal tersebut selalu menarik untuk diulas. Kalau menurut kalian, apa saja nih poin-poin kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dari film ini?

Dan juga untuk pesan moral dari film ini sepertinya seru untuk didiskusikan nih, guys. Memang sudah sepantasnya kita tidak tergoda untuk mencoba barang-barang, obat-obatan, maupun produk-produk terlarang, kalau tidak mau berakhir seperti yang terlihat di adegan-adegan film ini. Selain pastinya akan berurusan dengan pihak berwajib, menggunakan produk-produk terlarang seperti itu hanya akan menyusahkan diri kita sendiri, dan juga orang-orang yang ada di sekitar kita, bahkan bisa membunuh kita secara perlahan. Lagipula, masih banyak kegiatan-kegiatan positif yang dapat kita lakukan dan kembangkan bersama, contohnya seperti mengembangkan skill yang kita punya untuk kemudian dipublikasikan ke khalayak ramai agar mendapatkan benefit popularitas maupun benefit keuangan. Atau jika memang memiliki jiwa bisnis seperti Biggie di film ini (kalau Biggie punya jiwa bisnis di bidang yang kotor yah guys, hehe) , kalian bisa langsung susun strategi serta rencanakan produk apa yang bermanfaat untuk seluruh orang yang bisa kita tawarkan. Lebih bermanfaat dan minim masalah kan, guys?

Bagi kalian yang mungkin sudah nonton Project Power, boleh banget nih baca review film dari kita untuk film ini, setelah dibaca boleh kalian share ke teman-teman kalian, atau kalian jadikan bahan diskusi di tengah obrolan santai kalian dirumah sambil menyeruput kopi atau teh manis kalian. Daripada mendiskusikan hal-hal yang tidak pasti, lebih baik mendiskusikan review film dari kita kan? Hehe. Jadi gak usah pikir panjang lagi, langsung saja kalian tonton filmnya terlebih dahulu, lalu baca ringkasan cerita dan review dari kita untuk film Project Power ini. Semoga dengan membaca review film dari kita ini dapat mengisi waktu luang kalian yah.