Dance Monkey Cerita Dibalik Viralnya Lagu

Siapa sih yang tidak suka mendengarkan musik? Dari anak-anak hingga orang tua biasanya punya lagu favoritnya sendiri. Berbicara tentang musik, di akhir tahun 2019 Indonesia digemparkan dengan satu lagu sangat viral di platform Youtube yaitu Dance Monkey.

Lagu yang identik dengan musik EDM ini memang unik dan sangat ear-catching. Tones and I (Toni Watson), sang pencipta Dance Monkey sukses meraih popularitas yang luar biasa di banyak negara. Video musiknya menduduki posisi pertama top songs di Jerman, Selandia Baru, UK, Australia, dan banyak negara lain.

Prestasi ini tentunya sangat mengagumkan mengingat Toni Watson baru merilis dua single sepanjang karirnya. Single pertamanya adalah Johnny Run Away yang diluncurkan ke publik Maret 2019. Lalu bagaimana kisah dibalik lagu ini dan dari mana Toni mendapatkan inspirasi? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kisah Lagu Dance Monkey

1.     Awal Perjalanan Karir

Sebenarnya lagu Dance Monkey sudah dirilis sejak Mei 2019. Tetapi justru melalui video musiknya yang diunggah Desember 2019 itulah Dance Monkey menjadi sangat populer secara global. Menariknya, walaupun video klipnya terkesan “nyleneh”, ternyata ada kisah menarik dibalik lagu tersebut.

Toni Watson mengatakan bahwa inspirasi lagu tersebut adalah pengalaman pahitnya bertahun-tahun. Seperti yang kita tahu, sebelum terkenal Toni adalah seorang pengamen jalanan selama 8 tahun. Semua hal yang terjadi di hidupnya sempat membuatnya frustasi dan sulit menerima kenyataan.

Dari pengalaman tersebut, Toni coba menceritakan bahwa perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Dia membandingkan dirinya dengan monyet terlatih yang sama-sama bertujuan untuk menghibur orang-orang di jalanan serta mengajak para pendengarnya untuk ikut larut merasakan segala penderitaan yang dialaminya.

2.     Makna Lirik

Lagu Dance Monkey dimulai dengan lirik “They say Oh God, I see the way you shine” kemudian dilanjutkan dengan “Take your hands my dear, and place them both in mine”. Dari kedua penggalam lirik ini saja, Toni sudah mendeskripsikan dengan baik apa yang biasa dialaminya ketika mengamen di jalanan.

READ  Narasi Dibalik Lagu Wonderwall, Oasis

Suatu waktu saat Toni sedang mengamen, ia tiba-tiba didatangi oleh sekelompok pria mabuk. Kemudian mereka ingin merampas uang Toni, ditunjukkan dengan lirik “place them both in mine”. Tidak hanya itu, mereka juga meminta Toni menari sambil menertawakannya.

Kejadian ini digambarkan dalam lirik “And now I beg to see you dance just one more time”. Di sinilah letak penderitaan yang dialami Toni. Ia adalah seorang pengamen, bukan penghibur yang bisa disuruh-suruh sesuka hati, apalagi itu bukan keahliannya.

Kemudian di bagian chorus lagu, lebih dipertegas lagi rasa frustasi yang dialami oleh Toni akibat hinaan orang lain. Bisa dilihat dari lirik “Move for me, move for me” serta “And when you’re done, I’ll make you do it all again”. Seolah-olah orang-orang hanya menganggap rendah dirinya dan tidak mendapatkan apresiasi sama sekali.

Bagian klimaksnya ada di lirik terakhir. Toni mulai merasa rendah diri dan menganggap apa yang dilakukannya hanyalah seperti topeng monyet. “Just like monkey, I’ve been dancing my whole life”. Lirik ini memberikan gambaran sempurna apa yang kala itu dirasakan oleh Toni.

3.     Kesimpulan

Dibalik musiknya yang enerjik dan mudah terngiang-ngiang, ternyata ada kisah memilukan dibaliknya. Kata “Dance Monkey” adalah metafora sempurna tentang  cara Toni menjalani hidup. Namun pada akhirnya, dia bisa melewati semuanya dan sukses berkarir dalam dunia musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *