REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN PRESENTS: PENINSULA (2020): The Super Last Survivor is Coming Back!

REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN PRESENTS: PENINSULA (2020) – Setelah film Train to Busan di tahun 2016 mendulang keberhasilan di Hollywood Box Office, rumah produksi Next Entertainment World kembali menelurkan karya apik lanjutannya yang diberi judul Train to Busan Presents: Peninsula di pertengahan tahun 2020.

Rilis di bulan Juli tahun 2020, REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN yang berdurasi 116 menit ini adalah serial lanjutan dari film perdana sebelumnya, yaitu masih tentang penyebaran virus yang mengakibatkan kematian para manusia serta kehidupan para zombie yang terjadi di negara Korea Selatan.

Disutradarai oleh Yeon Sang-ho, di kesempatan kali ini Train to Busan memberikan cerita baru yang cukup menyegarkan penonton yang mungkin selama ini telah menunggu kedatangan Part 2-nya.

Masih berlatar belakang di negara ginseng Korea Selatan, review film Train to Busan seri Peninsula ini mengangkat fokus kepada para penyintas terakhir yang ternyata masih tersisa dan selama ini hidup dengan dipenuhi rasa ketakutan di Korea Selatan, yang notabene kota tersebut benar-benar sudah menjadi kota mati dan sudah tidak boleh ditempati lagi karena sudah tidak ada kehidupan, kecuali para zombie yang ternyata masih saja ada dan berkeliaran di sekitaran mereka.

Adalah Jeong-seok (Gang Dong-won) dan kakak iparnya yang memutuskan untuk kembali ke kota mematikan tersebut, dilatar belakangi oleh misi “berbayar” suruhan para mafia Hongkong, tempat dimana Jeong-seok dan para warga Korea yang tersisa hidup serta bertahan.

Saat Jeong-seok kembali ke kota tersebut, ternyata ia bertemu dengan para last survivor yang sudah sekian lama menunggu datangnya bantuan evakuasi untuk mereka.

Dari momen itulah perjalanan yang hampir merenggut nyawa Jeong-seok itu dimulai, dimana ia harus menghadapi para penyintas yang berniat jahat kepadanya dan kepada siapapun yang ditemui mereka disana, juga menghadapi para zombie yang masih tersisa dan siap menyerang kapan saja.

Meski review film Train to Busan serial Peninsula ini pendapatan Box Office-nya mungkin tidak sefantastis yang didapatkan serial pertama film Train to Busan, namun dari segi keseruan dan ketegangan aksi-aksinya bisa dikatakan tak kalah menarik dibandingkan dengan film pertamanya.

Untuk itu, sebelum kita lanjut ke bagian review dari film TRAIN TO BUSAN ini, yuk kita baca dulu ringkasan alur cerita dari film Train to Busan Presents: Peninsula. Let’s get into it!

PLOT SUMMARY REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN

4 tahun setelah kejadian mengerikan penyebaran zombie di Korea Selatan pada REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN sebelumnya, kota tersebut benar-benar sudah menjadi kota mati. Tidak ada kehidupan disana selain sisa-sisa zombie yang masih berkeliaran di segala sudut kota.

Seorang mantan Kapten Angkatan Laut berkebangsaan Korea bernama Jeong-seok yang tadinya sudah selamat dari serangan zombie yang terjadi di Korea 4 tahun yang lalu karena mereka pergi menyelamatkan diri ke Hongkong, harus kembali lagi ke kota mati tersebut untuk sebuah misi “berbayar” yang ditugaskan dari mafia Hongkong bersama kakak ipar laki-lakinya dan juga teman-teman Korea nya.

Dengan bebekal persenjataan, mereka diturunkan di pinggir laut dari kapal Hongkong dan langsung menjelajahi kembali pulau Korea tersebut.

Misi mereka yaitu untuk membawa truk yang berisi uang dollar yang sangat banyak. Saat mereka sudah menemukan truk tersebut, ternyata masih banyak zombie yang tertinggal disana dan langsung menyerang mereka yang sedang memeriksa truk tersebut.

Mereka pun langsung bergegas kembali ke pinggir pelabuhan untuk kembali ke Hongkong dengan jemputan kapal yang telah menunggu disana.

See also  Jusctice League Synder Cut Trailer Review

Tapi sebelum sampai  ternyata mereka menghadapi masalah demi masalah dengan zombie. Mobil Jeong-seok dan teman-temannya tertangkap zombie yang begitu banyak dan sulit untuk diselamatkan, namun pada akhirnya Jeong-seok diselamatkan oleh kakak beradik perempuan yang mengendarai mobil dengan lihai, lalu mereka kabur meninggalkan kumpuluan zobie tersebut.

Tak disangka-sangka ternyata kakak beradik yang menolong Jeong-seok tersebut adalah anak dari pasangan suami istri yang 4 tahun lalu meminta tolong agar ditumpangi keluar dari kota Korea kepada Jeong-seok saat Jeong-seok sedang melewati jalanan pada masa itu, namun tidak diberikan tumpangan oleh Jeong-seok dan juga oleh kakak laki-laki serta istrinya pada saat itu.

Teman-teman Jeong-seok yang semula bersama-sama menjalani misi pengambilan truk berisi uang tersebut akhirnya mati semua diserang oleh zombie, kecuali 1 orang tersisa di dalam truk yang dibawa oleh kelompok Unit 631 dan akhirnya dijadikan tawanan oleh mereka.

Unit 631 adalah sekelompok survivor di kota Korea tersebut yang dipimpin oleh Kapten Seo beserta Sersan Hwang dan para anak buahnya, yang berisi para bandit-bandit yang bertugas untuk mencegah siapapun yang ingin keluar dari kota Korea tersebut atau siapapun yang mendapatkan uang.

Kapten Seo dan anak buahnya prajurit Kim menemukan uang yang ada di dalam truk yang dibawa oleh Sersan Hwang pada REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN ini, lalu mereka berdua berencana inging membawa pergi truk tersebut berdua saja tanpa diketahui oleh unit 631 lainnya, terutama Sersan Hwang.

Niat mereka ternyata gagal karena Jeong-seok dan Min-jeong sudah lebih dulu sampai di truk tersebut. Ternyata, Jeong-seok dan Min-jeong memutuskan untuk pergi mengambil truk Jeong-seok lagi, sementara anak-anaknya dari Min-jeong menunggu di mobil bersama dengan seorang kakek yang dipanggil Komandan oleh Min-jeong.

Setelah mereka berhasil merebut truk tersebut dari tangan Kapten Seo dan anak buahnya, Jeong-seok, Min-jeong, beserta anak-anaknya pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut dengan membawa truk itu untuk menuju ke pelabuhan Incheon yang sudah mereka niatkan sedari awal.

Namun selama diperjalanan, mereka lagi-lagi harus menghadapi rintangan dan kejaran dari Sersan Hwang beserta anak buahnya, sambil mereka juga harus melawan para zombie-zombie yang berkeliaran di sekitar tempat tersebut pada REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN ini.

Setelah Jeong-seok Cs berhasil mengalahkan sersan Hwang dan anak buahnya, ternyata terdapat lagi 1 rintangan terakhir dimana mobil yang dikendarai oleh anak dari Min-jeong ditabrak oleh Kapten Seo, yang pada akhirnya truk berisi uang tersebut diambil-alih oleh Kapten Seo untuk kemudian dibawa pergi ke pelabuhan untuk diberikan kepada para mafia Hongkong yang telah menunggu disana.

Ternyata mafia Hongkong itu hanya berbohong, karena sesampainya truk tersebut Kapten Seo langsung ditembak kepalanya oleh orang-orang Hongkong tersebut. Namun, tak lama kemudian, mafia Hongkong tersebut pun akhirnya mati juga dikarenakan diserang oleh para zombie yang berkeliaran di sekitaran pelabuhan tempat mereka menyandarkan kapal tersebut.

Sementara, di lain tempat, saat Jeong-seok, Min-jeong dan juga anak-anaknya sudah hampir putus asa dengan keadaan, tiba-tiba datanglah bantuan helikopter yang dipimpin oleh Mayor Jane yang selama ini sudah ditunggu-tunggu oleh Min-jeong dan juga anak-anaknya. Min-jeong meminta anak-anaknya bersama dengan Jeong-seok untuk memanggil helikopter tersebut, agar helikopter itu berhenti untuk menjemput mereka.

Sementara anak-anak dari Min-jeong berusaha menghampiri helikopter tersebut, Min-jeong justru hampir saja mengambil keputusan yang salah dengan mengalihkan perhatian para zombie yang ada di sekitar pelabuhan agar zombie tersebut tidak mengejar anak-anaknya pada REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN ini.

See also  REVIEW FILM DOLITTLE (2020): Film Yang Sarat Akan Pesan Moral

Jeong-seok yang sejak awal sudah merasa bersalah kepada Min-jeong, memutuskan untuk pergi kembali membantu menyelamatkan Min-jeong agar ia bisa kembali ke helikopter dengan selamat bersama anak-anaknya.

GOOD POINTS REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN PRESENTS: PENINSULA (2020)

Tak dapat disangkal lagi bahwa aktris dan penyanyi Pop kenamaan asal Korea Selatan bernama Lee Jung-hyun benar-benar berhasil memerankan peran sebagai Min-jeong, seorang ibu 2 anak sekaligus survivor dari sebuah terror Zombie mengerikan yang terjadi di kota tempat tinggalnya sejak 4 tahun yang lalu tersebut.

Bersamaan dengan itu, acting dari Lee Re pada REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN sebagai anak sulung dari Min-jeong yang secara totalitas memainkan peran tersebut, juga berhasil membuat kita para penonton terperangah dengan aksi-aksi taktis yang ditunjukkan dari seorang anak remaja berusia belasan tahun dalam menghadapi para zombie, yang dapat dilihat dari adegan-adegan kelihaiannya dalam mengendarai kendaraan mobil.

Sang sutradara dari review film Train to Busan Presents: Peninsula ini sepertinya tidak ingin sampai penontonnya kecewa bila acting dari para pemerannya berkualitas kurang, sehingga akan mempengaruhi kualitas dari film garapannya tersebut. Ibu dan anak ini benar-benar berusaha memasukkan peran seorang Min-jeong dan Joon-i di dalam film berdurasi kurang lebih 2 jam ini.

Kemudian, terdapat adegan-adegan pertarungan antara Jeong-seok yang terlihat cukup sengit namun mendebarkan sekaligus juga mengesankan para penonton. Seperti pada saat adegan baku tembak yang ia lakukan bersama Sersan Hwang dan anak buahnya, maupun saat aksi-aksinya dalam menumpas para zombie yang bermunculan ketika Jeong-seok akan menjalankan misi dan rencananya.

Aktor Gang Dong-won sepertinya benar-benar mendalami peran tersebut sehingga hasil yang didapatkan tidak mengecewakan para penonton film lanjutan dari review film Train to Busan tahun 2016 ini.

Alur cerita yang disajikan oleh Yeon sang-ho sang sutradara dibuat sangat sesuai dengan porsinya, tidak terlihat berlebihan maupun kekurangan.

Peran zombie yang ada di film ini juga cukup pas untuk dikorelasikan dengan adegan-adegan lainnya, mengingat di film kali ini tema yang diangkat difokuskan kepada para last survivor yang tertinggal selama 4 tahun di kota mengerikan tersebut, sehingga peran para zombie dirasa tidak perlu terlalu ditonjolkan secara berlebihan di film Train to Busan seri Peninsula kali ini.

Sinematografi yang baik dan cukup memanjakan mata bagi para pecinta film-film bertemakan zombie, dimana Korea Selatan setelah 4 tahun berikutnya benar-benar digambarkan sebagai kota mati (dead city).

Lagi-lagi kita harus mengacungi jempol untuk kerja keras sang sutradara dan juga para tim produksi dari REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN ini, karena dari segi pemilihan aktornya hingga ke penyuntingan gambar-gambarnya terbukti bisa cukup membuat kita berdecak kagum sekaligus bergidik ngeri disaat menyaksikan adegan-adegan zombie yang berkeliaran di sepanjang kota dan menyerang siapapun yang ada di sekitar mereka.

NOT – REALLY GOOD POINTS DARI REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN PRESENTS: PENINSULA (2020)

Poin pertama ini adalah sebenarnya poin pertanyaan dan poin kebingungan yang kami temukan. Di review film Train to Busan Presents: Peninsula ini, siapakah sebenarnya pemeran utamanya? Apakah Jeong-seok, ataukah Min-jeong yang menjadi pemeran utamanya?

Dikarenakan, di awal film ini diceritakan mengenai Jeong-seok 4 tahun lalu yang saat itu masih menjabat sebagai Kapten Angkatan Laut, sedang pergi menyelamatkan diri bersama dengan kakak perempuannya, suami kakak perempuannya, serta keponakannya anak dari kakak Jeong-seok.

Baca Juga : https://prediksirembulan.com/ situs prediksi angka

Di adegan awal tersebut juga digambarkan hanya Jeong-seok dan kakak ipar laki-lakinya yang pada akhirnya selamat dari penyelamatan diri tersebut dan mereka pergi ke Hongkong. Namun, sesampainya di pertengahan film, munculah Min-jeong yang seakan-akan mengambil alih peran utama yang tadinya diemban Jeong-seok tersebut.

See also  REVIEW FILM TO ALL THE BOYS: P.S I STILL LOVE YOU (2020): Potret Percintaan Remaja Yang Dibarengi Hadirnya Kenangan

Peran Min-jeong menjadi lebih menonjol, terutama saat ia beradu acting bersama Jeong-seok dalam pertarungan-pertarungan melawan para zombie dan survivor lainnya. Jadi, apakah sebenarnya tetap Jeong-seok pemeran utama dari film ini, atau Min-jeong lah pemeran utamanya, yang sengaja ditunjukkan di pertengahan film? Ataukah mungkin mereka berdua adalah pemeran utamanya?

Ada lagi poin lainnya yang setidaknya perlu dipertanyakan para penonton pada REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN ini, yaitu hubungan antara Kapten Seo, Sersan Hwang, dan Min-jeong di film ini. Di pertengahan film, saat adegan dimana Unit 631 tengah berpesta seperti biasanya yang mereka lakukan, Kapten Seo bertemu dengan Min-jeong dengan penggambaran Kapten Seo langsung mengenal dan memanggil nama Min-jeong.

Apakah sebelumnya mereka saling mengenal? Mengapa tidak ada penjelasan sama sekali, setidaknya 1 atau 2 adegan? Dan juga untuk bagian Sersan Hwang yang menjadi leader bagi anak buah yang berada di Unit 631.

Kalau diantara Kapten Seo dan Sersan Hwang memang berteman, mengapa mereka berdua memperlihatkan sikap yang kaku dan dingin satu sama lain, terlihat seperti saling menyimpan belati untuk kemudian dikeluarkan nanti di saat yang tepat?

REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN

Dan jika memang mereka berdua adalah musuh, mengapa mereka berdua berada di satu tempat yang sama yaitu di Unit 631? Atau, mungkinkah Kapten Seo dan Sersan Hwang adalah sekutu? Cukup menarik untuk dipertanyakan.

Masih ingat sang Komandan, seorang kakek tua yang menemani keseharian Min-jeong dan anak-anaknya saat masih di dalam kota Korea? Sebelum ia mati tertembak Kapten Seo, kakek tua tersebut terlihat tidak memiliki peran yang signifikan untuk misi penyelamatan diri yang dilakukan oleh Min-jeong, Jeong-seok, dan anak-anak Min-jeong tersebut.

Kira-kira kenapa yah? Apakah memang sengaja dibuat seperti itu oleh sutradara REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN ini dan penulis naskahnya? Padahal jika dilihat-lihat oleh para penonton, sang Kakek tersebut memiliki modal yang cukup kuat untuk seandainya dijadikan Leader bagi Jeong-seok dan Min-jeong dalam aksi-aksinya. Atau mungkin bisa saja sang Kakek komandan tersebut memang ditugaskan oleh Min-jeong hanya untuk menjaga keselamatan anak-anaknya. Bisa saja.

CLOSING REVIEW FILM TRAIN TO BUSAN PRESENTS: PENINSULA (2020)

Sampailah kita pada akhir dari review film Train to Busan serial Peninsula ini. Jadi bagaimana, apakah kalian sependapat dengan kita mengenai ulasan-ulasan adegannya? Atau apakah kalian memiliki pendapat sendiri yang lebih menarik dari ulasan yang sudah ada? We’d love to hear that guys, let us know in the comment section below!

Baca Juga : https://kopinaga.com/ prediksi angka jitu

Film ini bisa kalian jadikan film akhir pekan yang menyenangkan loh. Dan jangan lupa juga guys, kalau kalian ingin streaming online review film Train to Busan Presents: Peninsula ini, ataupun streaming online film-film kesukaan kalian yang lainnya, langsung saja kalian meluncur ke situs tempat film ini ditayangkan secara resmi , situs streaming online yang menyuguhkan kumpulan film yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi, bebas dari ancaman iklan pula!

Kalian juga boleh banget jadikan review kita ini sebagai bahan diskusi berfaedah kalian di rumah maupun di tempat tongkrongan kalian yah, karena lebih baik ngobrol yang seru-seru seperti review film kan dibanding ngobrolin orang? Hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *