REVIEW FILM VIVARIUM (2020): Penuh Teka-Teki, Plot Antiklimaks, dan Sensasi Sci-Fi Thriller Berkumpul Menjadi Satu | Free !!

REVIEW FILM VIVARIUM (2020): Penuh Teka-Teki, Plot Antiklimaks, dan Sensasi Sci-Fi Thriller Berkumpul Menjadi Satu. – Hai Hai, apa kabar kalian semua? Masih sehat dan segar-segar saja kan meskipun masih stay dirumah? Nah, untuk menemani hari-hari kalian dirumah, di kesempatan kali ini kita akan membahas review film vivarium bergenre Science – Fiction lagi nih.

Kali ini review yang akan kita bahas adalah review film Vivarium, film yang cukup unik dengan penggabungan antara genre Sci – Fi dan Psychological Thriller berdurasi 97 menit. Berlatarbelakang di negara Irlandia, Denmark, dan Belgia, film ini diproduksi dengan apik dan epik oleh XYZ Films dan disutradarai oleh Lorcan Finnegan.

Review Film Vivarium menceritakan tentang sepasang kekasih bernama Gemma dan Tom yang sudah bertunangan, dimana mereka ingin sekali mencari dan melihat-lihat sebuah rumah, yang nantinya akan mereka huni saat mereka sudah resmi menjadi pasangan suami – istri.

Dengan berbekal niat tersebut, bertemulah mereka dengan seorang agent perumahan yang baru saja dibangun, yang mana rumah yang ditawarkan oleh agent yang bernama Martin tersebut memiliki bentuk tipikal yang sama secara keseluruhannya, suasana yang disuguhkanpun juga sangat asri dan nyaman, potret sebuah rumah dan lokasi yang diidam-idamkan oleh para pasangan muda.

Ditengah proses obrolan yang terjadi diantara mereka, tiba-tiba Martin menghilang begitu saja dengan sangat cepat, lengkap juga dengan kendaraan yang Martin bawa. Tom dan Gemma sangat kebingungan serta bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi.

Dari sini, penonton sudah mulai terbawa arus psikis dari para pemeran utama. Aura yang cukup menegangkan sangat terasa ketika Tom dan Gemma mulai khawatir mengapa Martin yang tadinya berada dibelakang mereka tiba-tiba menghilang hanya dalam waktu sepersekian detik.

Ditambah lagi dengan adegan ketika Tom dan Gemma tidak bisa menemukan jalan pulang sama sekali, padahal mereka sudah berkali-kali mengendarai mobilnya untuk mencari jalan pulang mereka, namun tetap saja mereka seperti hanya memutari lokasi tersebut lalu kembali lagi ke rumah nomor 9.

Suasana horror makin terasa memuncak pada review film vivarium saat bahan bakar mobil mereka habis dan terpaksa mereka harus menginap di tempat asing dan luar biasa sepi tersebut dikarenakan hari sudah mulai malam dan gelap.

Lorcan sepertinya memang piawai dalam menggarap film-film bertema thriller psychological, dimana film-film tersebut dirasa perlu usaha ekstra untuk menuangkan gagasan tentang bagaimana cara membuat penonton takjub sekaligus bergidik ngeri dalam satu waktu.

Terbukti dengan Review Film Vivarium, film garapan terbarunya ini cukup berhasil membuat penonton penasaran akan setiap detik per detik adegannya, meski pada akhirnya penonton harus menelan rasa yang kurang memuaskan ketika penonton harus menghadapi sebuah cerita yang tidak memiliki klimaksnya sendiri.

Langsung saja yuk kita bahas review film Vivarium yang rilis di Irlandia pada bulan Maret 2020 ini. Tapi sebelum kita melaju ke Review film Vivarium, ada baiknya kita baca dulu yah ringkasan alur ceritanya. Happy reading, folks!

PLOT SUMMARY REVIEW FILM VIVARIUM (2020)

Di suatu siang yang cerah, Gemma seorang perempuan yang berprofesi sebagai staf pengajar Playground sedang melakukan aktifitasnya mengajar anak-anak seperti biasa.Sementara diluar ruangan, ada Tom, tunangan Gemma, yang menjemputnya ke sekolah untuk pulang bersama.

Tom memanjat pohon yang ada di halaman sekolah tersebut dan menunggu Gemma disana. Mereka pun bertemu saat jam belajar selesai, saat seluruh siswa telah bubar dan masing-masing akan pulang ke rumahnya.

Ada salah satu siswi yang terlihat dari kejauhan oleh Gemma, anak perempuan tersebut sedang menunduk termenung melihat ke rerumputan. Berbekal rasa ingin tahu, Gemma pun menghampirinya.

READ  REVIEW FILM TO ALL THE BOYS: P.S I STILL LOVE YOU (2020): Potret Percintaan Remaja Yang Dibarengi Hadirnya Kenangan

Ternyata murid tersebut sedang memandang bangkai anak burung yang terjatuh di rumput dari atas pohon sekolah tersebut. Anak perempuan tersebut bertanya mengenai anak burung yang mati, Gemma pun menjelaskannya dengan lembut dan hati-hati.

Tak lama kemudian, datanglah orang tua siswi tersebut untuk menjemputnya. Ia pun pulang, meninggalkan Gemma yang kini sedang asyik berbincang dengan Tom, yang ternyata berada tepat di atas pohon tempat dimana Gemma berdiri.

Gemma dan Tom pun langsung menuju ke tempat yang telah mereka rencanakan, yaitu sebuah kantor agency perumahan baru.

Gemma dan Tom memang berniat ingin mencari sebuah rumah yang sempurna bagi mereka, untuk kemudian dihuni setelah mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka pun menemukan satu agency yang menurut banyak orang sangat cocok untuk dihuni pasangan muda serta harganya yang juga terjangkau, yaitu Perumahan Yonder.

Saat Tom dan Gemma sampai di kantor agency tersebut, mereka berdua langsung bertemu dengan seorang laki-laki yang sepertinya adalah salah satu agent di tempat tersebut, bernama Martin.

Mereka pun berbincang, Martin menyambut Tom dan Gemma dengan sangat ramah sebagaimana seorang agent menyambut seorang customer. Sampailah pada keputusan dimana Martin meminta Gemma dan Tom untuk ikut melihat langsung ke lokasi perumahan Yonder tersebut.

Tom yang sedari awal terlihat tidak terlalu bersimpati sebenarnya sudah ingin menolak ajakan tersebut, namun Gemma ternyata lebih dulu menjawab dan menerima ajakan Martin untuk melihat-lihat lokasi rumah yang Martin tawarkan kepada mereka berdua. Mereka pun pergi menuju lokasi dengan Martin membawa kendaraannya sendiri, begitu pula Tom dan Gemma.

Sesampainya di perumahan tersebut, seluruh area beserta rumahnya memang terlihat masih sepi dan belum berpenghuni. Martin langsung mengajak Tom dan Gemma untuk masuk melihat-lihat ke rumah nomor 9, rumah yang ditawarkan oleh Martin dan yang diinginkan oleh Gemma.

Pada awalnya semua berjalan seperti biasa, tidak ada hal yang aneh dan ganjil dari situasi tersebut. Sampai pada akhirnya Martin sang agent tiba-tiba menghilang begitu saja saat sedang mengantar Gemma dan Tom tur keliling rumah untuk melihat-lihat seisi rumah tersebut.

Tom semakin yakin bahwa agent yang mereka temui itu adalah seseorang yang aneh. Dengan perasaan bingung, Gemma pun akhirnya mengikuti Tom untuk naik ke dalam mobil dan segera pulang.

Awalnya Gemma yang menyetir mobilnya, namun sepertinya Gemma salah arah pulang sehingga mereka berdua seperti hanya memutari area itu saja lalu kembali lagi ke rumah nomor 9. Tom menawarkan diri untuk bergantian mengemudi, Gemma pun meng-iya-kan permintaan Tom.

Saat Tom mengemudi mobil tersebut, hasil yang didapatkan sama saja seperti sebelumnya, yaitu mereka hanyalah mengitari area di sekitar itu lalu kembali lagi ke rumah nomor 9. Berkali-kali mereka mencoba cari cara untuk keluar dari lokasi perumahan yang aneh tersebut, berkali-kali itu pula mereka dikembalikan ke rumah nomor 9.

Hingga malam pun menjelang, Tom dan Gemma masih belum menemukan jalan keluar. Handphone mereka pun anehnya sama-sama tidak mendapatkan sinyal sama sekali. Mobil yang mereka kendarai pun kehabisan bahan bakar bensin. Terpaksa dan mau tak mau mereka harus bermalam di rumah nomor 9 tersebut, untuk kemudian menyusun kembali rencana dan jalan keluar di keesokan hari.

Saat pagi menjelang, Tom segera keluar dan menaiki atap bagian luar dari rumah tersebut, untuk melihat jalan keluar yang mungkin bisa mereka tempuh. Dibantu oleh Gemma yang memegangi tangga, Tom pun turun perlahan lalu memberitahu Gemma bahwa mereka hanya bisa mengikuti arah matahari saja, tidak lebih.

READ  REVIEW FILM DOLITTLE (2020): Film Yang Sarat Akan Pesan Moral

Tom dan Gemma pun melanjutkan perjalanannya untuk mencari jalan keluar, kali ini hanya dengan jalan kaki saja. Tak disangka-sangka, perjalanan Tom dan Gemma tersebut ternyata justru hanya membawa mereka berdua ke dalam kejadian-kejadian aneh dan menegangkan yang entah akan berujung seperti apa.

GOOD POINTS DARI REVIEW FILM VIVARIUM

Review Film Vivarium yang bergenre Sci-Fi Psychological Thriller ini benar-benar berhasil membuat penonton sedikit bergidik yah sepertinya. Hal ini dapat kita lihat dari pemilihan lokasi perumahannya, dimana perumahan Yonder tersebut benar-benar perumahan yang mencerminkan aura misteri dan cukup menyeramkan untuk dihuni.

Sang sutradara Lorcan Finnegan sepertinya benar-benar mempersiapkan karya filmnya akan menjadi seperti apa nantinya, Lorcan terlihat benar-benar ingin memberikan sensasi ngeri yang berbeda bagi penonton melalui adegan per adegan maupun pemilihan lokasi dari Review film Vivarium ini.

Plot cerita yang sebenarnya cukup sederhana jika kita hanya menarik dari sudut benang merahnya saja; yaitu seorang laki-laki dan perempuan yang sudah bertunangan lalu ingin mencari rumah untuk mereka huni nantinya kemudian mereka bertemu dengan seorang agent perumahan yang menawarkan rumah bagi mereka namun kemudian agent tersebut hilang secara misterius.

Cukup dapat diserap dengan cepat oleh penonton. Namun, meskipun sederhana, nyatanya alur cerita yang disajikan makin lama makin membuat para penonton ikut berfikir bagaimana jalan keluar untuk sang pemeran utama, plot nya pun seperti berhasil membuat para penonton terus merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi di adegan-adegan selanjutnya.

Hal ini bisa menjadi poin plus bagi sang sutradara maupun penulis naskah, dimana mereka dapat menggabungkan unsur kesederhanaan sekaligus kerumitan dari sebuah jalan cerita dengan begitu apik, seperti yang bisa kita lihat di review film vivarium berdurasi kurang lebih 1 jam 30 menit ini.

Hal menarik lainnya bisa kita lihat dari adegan sang pemeran utama, Imogen Poots, saat memerankan Gemma yang terlihat sudah sangat putus asa dengan keadaan yang ada, apalagi ditambah Tom kekasihnya yang mati meninggalkannya sendiri di tempat tersebut.

Menariknya adalah, karakter Gemma tidak dibuat dengan serta merta menginginkan kematian juga agar bisa mengikuti kekasihnya Tom pada review film vivarium ini, atau mungkin meminta sang anak misterius yang ada di film tersebut untuk membunuhnya saja.

Meskipun memang pada akhirnya Gemma tetap mati di depan rumah nomor 9 tersebut, tapi setidaknya Gemma tidak mati ditangan sang anak aneh tersebut yang sebenarnya sangat ingin ia bunuh.

Gemma justru terus berusaha untuk mencari cara agar ia bisa keluar dari tempat terlaknat tersebut setelah Tom meninggal, bahkan ia dengan beraninya mencoba mengkonfrontir sang anak dan memukulnya dengan menggunakan barang tajam, sehingga kepala sang anak tersebut berdarah dan sang anak itu berlari merangkak mirip seperti hewan yang sedang kesakitan sehabis dipukul oleh manusia. Jadi, sebenarnya anak tersebut adalah anak manusia atau anak apa yah?

Review film vivarium

NOT – REALLY GOOD POINTS

Antiklimaks. Yap, bisa dikatakan dan sepertinya bisa sangat disetujui bahwa review film Vivarium ini memiliki plot yang antiklimaks. Tidak ada penyelesaian atau klimaks yang cukup melegakan dari ending film ini.

Akhir cerita yang tidak jelas bisa saja membuat para penonton cukup kecewa dengan adegan-adegan yang sudah mereka tonton sejak awal. Mengapa tidak dijelaskan saja siapa sebenarnya Martin, apa motifnya melakukan hal-hal tersebut, lalu apa sebenarnya yang ada di balik perumahan Yonder tersebut.

READ  REVIEW FILM PROJECT POWER ! : Segala Kemungkinan Teknologi Yang Bisa Terjadi Di Masa Depan?

Mengapa juga tidak dijelaskan tentang kematian Gemma dan Tom ? Mengapa mereka harus mati sia-sia padahal Gemma sudah berusaha membesarkan anak tersebut dengan cukup baik, meskipun Tom memang tidak cukup bersimpati kepada anak aneh tersebut selama ini.

Apakah sang sutradara memang sengaja membuat akhir dari cerita ini menjadi gantung, hanya agar sukses membuat para penonton penasaran lalu kemudian berencana menggarap sekuel keduanya? Masih belum diketahui.

Review Film Vivarium yang memiliki plot antiklimaks seperti ini ditakutkan hanya akan menjadi bahan kekecewaan bagi para penonton, yang mana nantinya penonton yang merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi di film tersebut justru tidak akan merekomendasikan orang lain untuk menonton film ini lagi.

CLOSING…

Here we are! Sampailah kita di akhir pembahasan dan ulasan mengenai review film Vivarium ini. Setelah ditonton lalu dibahas bersama, apakah kalian setuju dengan poin-poin yang sudah kita jelaskan diatas tersebut? Atau apakah kalian punya pendapat lain yang lebih seru dan menegangkan? Wah sepertinya seru banget nih kalau kalian bisa berbagi pendapat dan komentar ke kita mengenai film bertemakan thriller psikologis ini.

By the way, seperti biasanya, di setiap karya film pasti ada 1 -2 hal yang bisa kita ambil sebagai the keys maupun pesan moral bagi diri sendiri dan untuk sesama nih, hehe.

Kalau menurut kita nih, review film Vivarium ini seperti ingin menyinggung tentang bagaimana potret dari kehidupan berumah tangga yang sebenarnya, yang selama ini mungkin sering di salah-kaprahkan oleh kebanyakan orang diluar sana. Juga, Vivarium seperti memberikan pesan tersirat mengenai sosok seorang Ibu dan segala perannya dalam kehidupan.

Hal ini terlihat dari segala adegan yang memperlihatkan Gemma yang merawat sang anak tersebut hingga ia besar, juga beberapa percakapan sang anak aneh tersebut dengan Gemma di menit-menit akhir film ini, saat Gemma sedang sekarat dan sebentar lagi menemui ajalnya.

Sang anak laki-laki tersebut mengucapkan kalimat-kalimat seperti “Oh, Ibu, Kau adalah rumah.” , juga saat sang anak tersebut bertanya kepada Gemma tentang siapa sebenarnya seorang ibu itu dan apa saja sebenarnya yang dilakukan oleh Ibu di dunia ini.

Percakapan mereka pun ditutup dengan satu statement sang anak aneh tersebut yang mengatakan “Ia pun meninggal”, yang mana kalimat tersebut meneruskan percakapannya dengan Gemma tentang keberadaan seorang Ibu setelah selesai mengurus anak-anaknya.

Menurut kalian, motif apa yang melatarbelakangi sang anak dalam mengucapkan kalimat-kalimat tersebut? Cukup membingungkan yah. Yang jelas, akhir dari cerita film ini memang bisa dikatakan sebagai akhir yang cukup suram, dimana para pemeran utamanya harus mati sia-sia begitu saja tanpa ada penjelasan apapun baik dari pihak antagonis (si anak aneh tersebut ataupun Martin), maupun dari pihak protagonis (Tom dan Gemma).

Well, jika kalian mau menyaksikan keseruan Tom dan Gemma dalam menghadapi si anak aneh tersebut, kalian bisa langsung menontonnya dengan membeli dvd originalnya atau mencari bioskop yang masih menayangkannya.

Review film vivarium ini dibuat sebagai bahan refferensi bagi Anda yang menyukai film film thriller yang dipadukan dengan sci fi dan juga teka teki. Selain itu Anda juga akan disuguhkan dengan editing yang sangat menarik.

Nah, tetap stay tune ya, karena kami akan terus update berbagai review menarik seperti review film vivarium ini. Semoga review film vivarium ini bisa menjadi pengisi waktu Anda selama pandemi covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *